.

.

Latest Post

Ada Orang Lain Di Tengah - Tengah Kita

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 02 Mei 2016 | Senin, Mei 02, 2016


Fajar belum menyingsing ketika itu. Tiga orang laki-laki melangkah gagah menggapai takdir mereka. Senyum mereka lepas. Sorot mata mereka teduh, ada keyakinan dan kerinduan yang menggelora di sana. Mereka baru saja akan memulai sebuah kehidupan baru, kehidupan dari kehidupan yang sesungguhnya, hidupnya hidup; kehidupan akhirat sedetik setelah tiang gantungan menutup nafas mereka.

Sayyid Quthb, Yusuf Hawwas dan Abdul Fattah Ismail. Merekalah ketiga pahlawan itu, yang mengakhiri hidup di tiang gantungan, menjelang fajar hari Senin tanggal 29 Agustus 1966. Sebuah buku kehidupan telah berakhir dalam riwayat kefanaan dunia, tapi sebuah buku kehormatan telah dimulai dalam riwayat keabadian akhirat. Sebuah skenario kebatilan telah dirampungkan dengan sempurna, tapi sebuah skenario kepahlawanan baru saja dimulai dengan indahnya.

Itu peristiwa besar dalam sejarah harakah Islam yang kita catat dengan penuh kebanggaan, dan akan tetap kita kenang dengan penuh kebanggaan. Sebab darah para syuhada itulah yang sesungguhnya mengalirkan energi dalam tubuh harakah Islam, yang membuatnya sanggup bertahan di tengah berbagai macam cobaan dan penderitaan panjang yang menimpanya.

Lelaki yang menggantung Sayyid Quthb bersama kedua rekannya itu adalah Jamal Abdul Nasser. Lelaki yang disebut terakhir ini naik ke panggung kekuasaan Mesir setelah sukses melakukan kudeta militer pada 23 Juli 1952. Kudeta militer yang kemudian dikenal dengan Revolusi Juli itu dirancang melalui kerjasama antara militer dengan Ikhwanul Muslimin. Nasser sendiri, disamping merupakan perwira tinggi militer, juga merupakan seorang kader inti Ikhwan. Selama masa perencanaan dan pematangan revolusi, rumah Sayyid Quthb, yang juga dikenal sebagai pemikir kedua Ikhwan setelah Hasan Al-Banna, merupakan salah satu pusat pertemuan terpenting para tokoh perancang revolusi tersebut.

Dalam segala hal Sayyid Quthb adalah senior. Itu sebabnya Nasser selalu memanggilnya dengan sebutan “abang”. Setelah menjadi presiden, Nasser bahkan menawarkan jabatan apa pun yang diinginkan Sayyid Quthub. Tapi 14 tahun kemudian, Nasser pulalah yang menggantung seniornya, abangnya.

Pelajaran besar

Dalam sejarah pergerakan Islam, ada sebuah fakta yang terulang berkali-kali, bahwa sebagian besar musibah yang menimpa da’wah dan harakah selalu datang dari dalam harakah itu sendiri. Untuk sebagiannya, musibah itu datang dari shaf yang terlalu longgar, yang kemudian tersusupi dengan mudah.

Jangan pernah menyalahkan musuh jika mereka berhasil menyusupi shaf kita. Sebab penyusupan adalah pekerjaan yang wajar yang akan selalu dilakukan musuh. Kita juga akan selalu melakukan hal yang sama. Seperti dulu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melahirkan banyak tokoh intelijen yang dikenal dengan keahlian menyusup. Misalnya Huzaifah Ibnul Yaman dan Amru Bin ‘Ash. Tapi kalau sekarang malah shaf kita sendiri yang mengalami kebobolan. Tampaknya kita perlu belajar kembali.

Apakah shaf Rasulullah Saw sendiri tidak pernah disusupi? Dalam sebuah perang, penyusupan adalah keahlian inti tim intelijen. Orang-orang Yahudi dan munafiqin berkali-kali mencoba melakukan penyusupan ke dalam shaf Rasulullah. Tapi tidak pernah berhasil.

Begitu harakah Islam mulai membuka diri dengan masyarakat luas, masyarakat yang heterogen, maka mereka akan berhadapan dengan persoalan kontrol organisasi. Pengetatan dan pelonggaran berakar pada konsep harakah sendiri tentang mekanisme kontrol internalnya.

Keterbukaan adalah asas da’wah. Semua manusia mempunyai hak untuk dida’wahi, sama seperti mereka berhak juga untuk ikut berpartisipasi dalam da’wah. Jadi gerakan bawah tanah haruslah dianggap sebagai sebuah pengecualian, yang ditentukan oleh tuntutan kondisi lingkungan strategis da’wah.

Tapi di sinilah letak masalahnya; keterbukaan adalah tuntutan da’wah, tapi keterbukaan juga bisa membawa masalah. Salah satunya adalah penyusupan itu; terlalu ketat akan menutup ruang partisipasi dan rekrutmen, terlalu longgar akan membuka peluang penyusupan. Jadi pertanyaannya adalah bagaimana membangun sebuah organisasi da’wah yang terbuka, tapi tetap rapi dan terkontrol?

Sistem kontrol

Apakah yang harus kita kontrol dalam organisasi da’wah kita? Jawabannya adalah gagasan dan orang. Gagasan perlu dikontrol karena manhaj da’wah kita mengalami proses interaksi yang dinamis dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam organisasi dan pada lingkungan strategis. Prinsip-prinsip da’wah yang bersifat fundamental dan permanen, atau yang biasa disebut dengan tsawabit, dengan pikiran-pikiran yang bersifat variabel, atau yang biasa disebut dengan mutaghayyirat, mengalami proses-proses pengujian dan pembuktian yang rumit dan kompleks.

Benturan-benturan yang berkesinambungan dengan realitas melahirkan dinamika dalam pemikiran yang menjadi sumber kekayaan harakah. Tapi dinamika itu jugalah yang harus dikontrol. Kontrol bukanlah merupakan upaya penjegalan atas munculnya gagasan-gagasan baru. Kontrol dilakukan untuk memastikan bahwa proses kreativitas dan pengembangan pemikiran dalam da’wah berlangsung dengan panduan metodologi yang benar. Keluaran (output) yang kita harapkan adalah munculnya gagasan baru yang menjadi sumber kekayaan pemikiran yang mendinamisasi da’wah.

Ambillah contoh bagaimana, misalnya, gagasan tentang penggunaan kekerasan telah mendorong banyak harakah Islam terjebak dalam konflik berkepanjangan dengan penguasa dan masyarakat. Kekerasan bagi mereka adalah cara kilat untuk mengubah masyarakat atau melawan kemungkaran. Apakah munculnya gagasan itu merupakan proses dinamika pemikiran yang murni dari dalam atau ada kekuatan lain yang ‘mewahyukan’ pemikiran itu kepada harakah karena mereka memang menginginkan harakah berpikir dan bertindak begitu?

Kontrol atas orang dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada penyusup dalam organisasi da’wah. Hubungan personal dalam da’wah dilakukan atas dasar kepercayaan atau tsiqah; kepercayaan kepada aqidah, niat, fikrah, akhlak. Tapi kepercayaan itu bersifat subjektif, sedangkan manusia juga mengalami perubahan-perubahan besar di dalam dirinya. Perubahan-perubahan itulah yang perlu kita kontrol; dari saat seseorang menjadi objek da’wah, kemudian bergabung dengan da’wah hingga saat wafatnya.

Seseorang bisa dirancang sebagai penyusup ke dalam da’wah, tapi bisa juga direkrut oleh ‘orang lain’ justru setelah ia bergabung dengan da’wah. Proses rekrutmen bisa berlangsung melalui suatu rekayasa intelijen, tapi bisa juga terjadi secara natural melalui pergaulan sehari-hari. Dalam kondisi terakhir ini, seorang aktivis da’wah biasanya mengalami penyimpangan perilaku atau akhlak, larut dalam pergaulan, dan kemudian secara tidak sadar membawa ‘pesan’ orang lain tanpa sadar ke dalam da’wah.

Akhir kata, sistem proteksi gerakan da’wah harus dilakukan dengan dua cara: penguatan kesadaran manhajiah dan penguatan kesadaran intelijen. Kesadaran manhajiah akan memungkinkan kita mengontrol gagasan, sedangkan kesadaran intelijen memungkinkan kita mengontrol orang.

5 Solusi PKS Entaskan Masalah Pendidikan Nasional

PKS Pelalawan | Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap 2 Mei selalu mengingatkan bangsa Indonesia jika membangun pendidikan nasional adalah amanat konstitusi.
Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmy Alaydroes menegaskan Pasal 31 ayat 3 UUD 1945 jelas mengamanatkan pemerintah untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Fahmy melanjutkan saat ini pendidikan nasional yang formal terwujud dan bentuk sekolah. Sekolah di Indonesia, papar Fahmy, saat ini terdiri dari 50 juta siswa dan 2,6 juta guru.
"Sistem ini merupakan sistem pendidikan terbesar ketiga di Asia dan bahkan terbesar keempat di dunia di belakang China, India dan Amerika Serikat," kata Fahmy di Gedung DPP PKS Jln TB Simatupang, Jakarta, Senin (2/5/2016).
Hanya saja, Fahmy mencatat, sampai kini sistem pendidikan nasional belum menemukan bentuknya yang efektif. Masih banyak masalah dan kekurangan.
Ia merinci kurikulum Pendidikan Nasional belum mewujud dengan baik, masih rumit dan ruwet. Sampai kini, Kurikulum Pendidikan Nasional masih belum jelas dan ajeg. Padahal, ujarnya, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. "Kurikulum mencerminkan falsafah hidup bangsa, ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan," tegas Fahmy.
Selanjutnya faktor guru yang paling menentukan dalam hal baik atau tidaknya proses pendidikan, juga sarat masalah. Rata-rata kemampuan guru masih buruk. Hasil Uji Kompetensi Guru tahun 2015 menunjuk angka rata-rata 5,5. "Bagaimana mereka dapat mengajar dengan baik, kalau kompetensinya selemah itu?" ujar dia.
Kurikulum yang masih belum jelas dan kemampuam guru yang lemah tentu saja akan melahirkan wajah buram potret pendidikan nasional. Fahmy mencontohkan saat ini peringkat kemampuan sains, matematika dan membaca anak-anak Indonesia berada pada peringkat 10 terburuk di antara 76 negara di dunia. "Sebagaimana yang diukur oleh Organizational of Economic Country Development," ujar dia.
Melihat fakta dan realita Pendidikan Nasional kini, Fahmy mendorong pemerintah segera mengambil langkah taktis.
Pertama, merumuskan dan mendeklarasikan visi pembangunan Pendidikan Nasional yang berkelanjutan, setidaknya sampai 20 tahun ke depan. "Catatannya harus melibatkan semua stakeholders, dan menjadikannya visi bersama," ungkap Fahmy memberi solusi.
Kedua, menjadikan guru sebagai pilar utama peningkatan mutu pendidikan nasional. Caranya, memastikan ketersediaaan dan kebersediaan tenaga pendidik handal dan berintegritas. "Yang paling penting menjamin kehidupan dan kesejahteraan mereka," ungkap Solusi.
Ketiga, membangun kurikulum berjangka panjang dan berkelanjutan berlandaskan filsafat pembangun manusia Indonesia berdasarkan Agama, Pancasila, UUD 1945 sehingga terhindar dari kebijakan yang sporadis dan politis.
Keempat menghidupkan, mendukung dan memfasilitasi terbentuknya komunitas dan gerakan pendidikan di tengah masyarakat. Menjadikan mereka sebagai mitra pemerintah dalam usaha memajukan sistem pendidikan nasional.
"Terakhir mengendalikan dan melakukan pembinaan kepada seluruh media dan siaran televisi untuk mendukung terwujudnya sistem pendidikan nasional," ujar Fahmy.
Meski masih menyisakan masalah, Fahmy meminta seluruh elemen masyarakat bahu membahu mewujudkan gerakan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. "Dan akhirnya selamat Hari Pendidikan Nasional mari mendidik bangsa untuk menjadi bangsa yang bermartabat dan berdaulat," tukas dia .

Markarius Anwar Terima Curhat Warga Bukit Gajah

Written By PKS PELALAWAN on Kamis, 28 April 2016 | Kamis, April 28, 2016

PKS Pelalawan | Warga Desa Bukit Gajah Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan antusias menyambut kehadiran anggota DPRD Riau dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Markarius Anwar dalam rangkaian kegiatan reses 1 Tahun 2016 yang dilaksanakan Senin 25/4/2016.

Beberapa warga curhat terkait akan dilaksanakannya replanting (peremajaan) perkebunan sawit mereka 3-4 tahun yang akan datang. Warga mengkhawatirkan pembiayaan untuk pelaksanaan replanting tersebut dan mata pencaharian mereka selama sawit belum menghasilkan nantinya.

Markarius Anwar menyampaikan akan meminta dinas terkait untuk segera mempersiapkan program untuk warga eks trans tersebut dan mensosialisasikannya ke masyarakat. Markarius juga mengajak warga desa untuk mempersiapkannya dari saat ini. Lahan pekarangan yang ada selama ini tidak produktif, perlu dioptimalkan pemanfaatannya. Beliau mencontohkan beberapa komoditi yang dapat dikembangkan dilahan 0,5 Ha dan memberikan hasil yang cukup besar, semisal tanaman jeruk nipis, ternak belut dan sebagainya.

Hadir dalam pertemuan tersebut ketua DPD PKS Pelalwan Sukaeni, SP dan perangkat desa. Dalam sambutannya Sukaeni menyampaikan bahwa PKS sudah melaunching Pusat Khidmat PKS dimana dalam program tersebut ada program untuk pembinaan kelompok petani dan nelayan. Sukaeni menjanjikan akan membuat pelatihan khusus tentang budidaya jeruk nipis dan beternak belut di Desa Bukit Gajah dengan mendatangkan pakarnya dari wilayah.

Tokoh masyarakat yang hadir yang diwakili oleh Taryam, SE menyampaikan terimakasih atas kehadiran anggota dewan Provinsi Markarius Anwar ke desa mereka dan siap untuk mengajak warga untuk ikut penbinaan dalam rangka pemanfaatan lahan pekarangan mereka yang belum produktif tersebut untuk menyambut replanting yang jadi kekhawatiran mereka saat ini.

Serunya Rihlah Penuh Ukhuwah Milad PKS 18

Written By Fathur Abu Amira on Selasa, 26 April 2016 | Selasa, April 26, 2016


PKS Pelalawan | Tahun ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) genap berusia 18 Tahun. Untuk itu PKS Pelalawan mengadakan Rihlah Ukhuwah. Ahad (24/4/16) bertempat di Danau Kajuid Kecamatan Langgam. Rangkaian acara yang dibuka langsung oleh Ketua Umum DPD PKS Pelalawan Sukaeni, SP.

Dalam sambutannya beliau mengatakan beberapa poin penting agenda rihlah ini. Yang pertama tempatnya di danau kajuid karena dapat dijangkau oleh seluruh DPC yang ada di Pelalawan, sekaligus mensupport pemerintah untuk mensosialisasikan danau kajuid sebagai daerah tujuan wisata, dimana sampai saat ini pemerintah Kabupaten Pelalawan masih terus melengkapi sarana dan prasarananya.

Kedua, Rihlah ini sebagai ajang silaturrahim yang penuh ukhuwah antar kader dan simpatisan PKS Pelalawan

Ketiga,acara seperti ini kedepannya akan dilakukan gilir di setiap DPC yang ada

Acara rihlah yang penuh ukhuwah ini dihadiri oleh ratusan peserta kader maupun simpatisan PKS Pelalawan dengan semangat dan antusias sampai akhir acara.


Milad PKS ke-18, DPD PKS Pelalawan Gelar Aneka Lomba

Sukaeni DPD PKS Pelalawan
PKS Pelalawan | Dalam rangka memaknai milad ke-18 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), DPD PKS Kabupaten Pelalawan menyelenggarakan aneka lomba untuk kader, simpatisan, dan masyarakat. Dimulai sejak Sabtu hingga Minggu (24/04) di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Kabupaten Pelalawan Sukaeni menyampaikan, aneka lomba tersebut diselenggarakan dalam rangka memaknai milad PKS ke-18 sehingga perlu diisi dengan agenda yang dapat mempererat silaturahim di antara sesama kader, simpatisan, serta masyarakat.
“PKS ada dan berdiri hingga saat ini karena adanya semangat persaudaraan di antara kita semua. Ada kebersamaan dalam menghadapi kondisi apapun. Kita memaknai itu kali ini. Berbagi kebahagiaan, kebersamaan, sebagaimana berdirinya PKS yang di dalamnya terdapat elemen itu,” ungkap Sukaeni.
Sukeni melanjutkan, aneka lomba yang dilaksanakan juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Pelalawan kepada masyarakat melalui lomba yang digelar di tempat tersebut.
“Lomba memancing kita adakan di Danau Kajuid. Kita berharap turut membantu pemerintah dalam memperkenalkan potensi wisata danau ini kepada masyarakat Pelalawan khususnya,” lanjutnya.
Aneka lomba yang diselenggarakan DPD PKS Kabupaten Pelalawan sendiri meliputi lomba tenis meja, memancing, bakar ikan, dan lomba-lomba lainnya yang disambut meriah masyarakat.

Kader PKS Harus Jadi Kunci Perubahan

Written By Fathur Abu Amira on Kamis, 21 April 2016 | Kamis, April 21, 2016

PKS Pelalawan | Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman berpesan agar kader-kader dakwah tak hanya mengikuti perubahan namun menjadi kunci perubahan itu sendiri.
Sohibul mengimbau para kader juga harus mau berubah dalam menanggapi perubahan-perubahan lingkungan yang ada. Harapannya partai mampu memberikan jawaban terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat dan mampu menjadi partai memimpin dalam perubahan.
"To be lead, jangan sampai to be late. Insya Allah akan leadingtahun tahun depan, " kata Sohibul dalam Sekolah Kepemimpinan Partai di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/4/2016).
Sohibul Iman juga mengungkapkan bahwa Sekolah Kepemimpinan Partai ini menjadikan partai sebagai organisasi yang memberikan pelajaran-pelajaran bagi para kadernya sebagai pemimpin perubahan.
Yang harus kita lakukan, lanjutnya, ketika lingkungan berubah kita harus memahami perubahan. Yang Kedua kita sendiri mau berubah.
"Pertanyaannya kita ada kemauan berubah tidak. Dalam fisika ada yang namanya momen inersia. Tidak hanya benda hidup, tapi benda mati pun punya momen ini. Kecenderungan status quo," ucapnya.
Proses perubahan tersebut, ungkap Sohibul, juga memiliki beberapa jebakan. Salah satunya adalah stagnansi. "Kita harus memahami perubahan terhadap entitas-entitas, jangan sampai kita terjebak pada rutinitas," katanya.
Stagnasi membuat seseorang tidak bisa menemukan inovasi-inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. "Yang ada kita terkena sindrom yang namanya Not Invented Syndrome (NIS). Kita terjebak pada politik involutif. Yang berputar pada situ-situ saja," ujar doktor lulusan Jepang itu.
Sekolah Kepemimpinan Partai adalah salah satu rangkaian agenda Milad 18 PKS. Ketua Penyelenggara Sekolah Kepemimpinan Partai, Musholi menyebutkan Ketua DPW PKS dari seluruh wilayah dan juga Wilayah Dakwah (Wilda) di Indonesia hadir selama tiga hari dari tanggal 20 hingga 23 April 2016.
Musholi mengungkapkan Sekolah Kepemimpinan Partai ini adalah yang pertama melibatkan ketua-ketua wilayah tingkat provinsi dan wilayah dakwah (Wilda). Ia menjelaskan pengurus di tingkat wilayah di seluruh Indonesia merupakan representasi partai yang berhubungan langsung dengan masyarakat. "Karena itu menjadi sangat penting untuk memberikan materi kepemimpinan partai kepada para pengurus tingkat DPW dan Wilda," papar dia.

Sukaeni : Selamat Hari Kartini



SELAMAT HARI KARTINI

Tidak bisa kita pungkiri bahwa peran perempuan dalam membangun sebuah peradaban sangatlah besar. Kalaulah boleh saya mengibaratkan hadirnya pentil diantara ban yang besar, ban yang tampak besar, kokoh, berkarakter dan mampu memikul beban puluhan ton tidak akan ada apa-apanya jika pentil sebagai sumbu utamanya yang tampak kecil dan seolah-olah tidak berdaya manakala tidak berfungsi dengan baik atau bahkan tiada apalah jadinya ban yang tampak besar tersebut.

Begitulah besarnya peran seorang perempuan pada zamanya selalu mengukir secara yang besar sebagaimana peran Siti Hajar dalam menanamkan aqidah bagi anaknya Ismail yang sampai saat ini kita bisa merujuk bagaimana membangun baitul muslim dari seorang Siti Hajar. Ketaatannya pada Allah Swt dan bakti kepada suaminya Ibrahim.

Selain itu syiroh bercerita peran seorang Siti Khodijah yang mensupport habis potensinya untuk dakwah Rasulullah Saw, bahkan wanita pertama yang masuk Islam. Ibunda Aisyah dengan kecerdasanya hingga di tanah air hadirnya seorang Kartini dari Jepara yang melihat ketidakadilan pada kaumnya.

Perempuan yang digambarkan sebagai makhluk ciptaan Allah Swt yang katanya lemah, lembut ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa bahkan bisa menghancurkan sebuah bangsa.

Disinilah bagaimana peran-peran perempuan PKS khususnya di Kabupaten Pelalawan untuk bisa menjadi pentil agar roda bisa tetap berputar untuk sampai pada tujuannya, bersinergi dengan suami dalam menggapai RidhoNya.

Bangkitlah,,, majulah,,, meski zaman semakin renta tapi semangatmu wahai Siti Hajar masa kini, bangkitlah Khadijah, Aisyah masa kini, mari kita ilhami semangat Kartini dalam memajukan kaumnya. Kebangkitan anda dinanti untuk membangun negeri ini menjadi lebih berarti. Sekali lagi selamat hari kartini...

-Sukaeni, SP-
Ketua DPD PKS Pelalawan

Sambut Milad ke-18, DPD PKS Pelalawan Gelar Mancing Mania dan Perlombaan Antar Kader

Written By Fathur Abu Amira on Rabu, 20 April 2016 | Rabu, April 20, 2016



PKS Pelalawan | DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pelalawan  akan menggelar sejumlah kegiatan perlombaan bagi antar kader dan bagi masyarakat umum dalam menyambut Milad Partai PKS ke 18 yang jatuh pada 20 April 2016 mendatang.

Demikian disampaikan Ketua DPD PKS Pelalawan Sukaeni SP Selasa (19/4/2016). Menurutnya, untuk para kader akan digelar lomba tenis meja pada Sabtu (23/4/2016) mendatang di Markaz Dakwah PKS Pelalawan yang berada di Jalan Cinta Damai Pangkalan Kerinci.

"Ya, perlombaan tenis meja antar kader PKS akan kita gelar di Markaz PKS," ucapnya.

Sementara itu, sambung Sukaeni, untuk masyarakat umum akan digelar mancing mania di hamparan Sungai Kampar yang berada di Kecamatan Langgam pada Ahad (24/4/2016). 

"Kalau mancing mania akan memperebutkan piala Anggota DPRD Riau dari PKS yakni Markarius Anwar dan berbagai hadiah hiburan. Untung mancing mania ini panitia sepenuhnya diserahkan kepada DPC PKS Langgam. Tidak pakai biaya pendaftaran alias gratis. Kegiatan akan dimulai pukul 09.00 Wib hingga selesai. Secara tekhnis pelaksanaannya akan ada pemberitahuan lebih lanjut," paparnya.

Untuk acara hiburan bagi kader juga dilaksanakan pada Ahad (17/4/2016) seperti lomba pacu sampan antar DPC. Juga akan digelar lomba anak kader bertempat di Danau Kajuwid Kecamatan Langgam. 

"Kegiatan dilakukan di danau Kajuwid juga dalam upaya mendukung Pemerintah Daerah dalam mempromosikan Danau Kajuwid sebagai lokasi wisata yang sangat menjanjikan," ungkap Sukaeni.

Sukaeni juga menambahkan bahwa puncak Milad ke 18 partai PKS  pada tanggal 30 hingga 1 mei di DPW Propinsi Riau. "Pada puncak milad nanti akan dilakukan launching khidmat, seminar dan kegiatan lainnya," tukasnya.

PKS Pelalawan Gelar Sosialisasi Perda Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Miskin



PKS Pelalawan | DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pelalawan pada Ahad, (17/4/2016) bertempat di markaz dakwah PKS Pelalawan yang berlokasi di Jalan Cinta Damai Pangkalan Kerinci menggelar Sosialisasi Perda Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin di Propinsi Riau dan penyuluhan hukum untuk ibu rumah tangga.

Acara ini dibuka oleh Ketua DPD PKS Pelalawan, Sukaeni SP. Sementara sosialisasi perda bantuan hukum untuk masyarakat miskin di Riau disampaikan oleh anggota DPRD Riau Markarius Anwar ST.MSc dan penyuluhan hukum untuk ibu rumah tangga oleh Ulfia Hasanah SH,MKn dan dari Pusat advokasi hukum dan ham (PAHAM) Samariadi SH acara ini dilaksanakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan keluarga (BPKK) PKS Pelalawan yang di ketuai oleh Zahroh, SE.

Acara dihadiri juga oleh Ust M Taufik HS,SAg ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Riau. Kegiatan dimulai dari pukul 09.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib siang diikuti sebanyak 150 peserta.

Dikatakan Ketua DPD PKS Pelalawan Sukaeni SP, kegiatan sosialisasi Perda Bantuan Hukum untuk masyarakat miskin guna membantu Pemerintah dalam menjalankan programnya sehingga dapat diketahui oleh masyarakat di bawah. 

"Perda ini ternyata masih banyak yang belum tahu. Jadi di Provinsi itu ada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang bisa mendampingi masyarakat miskin jika tersandung masalah hukum. DPW PKS juga menyediakan LBH bagi masyarakat tidak mampu. Kita di DPD PKS juga akan menyediakan LBH bagi masyarakat miskin di Pelalawan," paparnya.

Selanjutnya, sambung Sukaeni, penyuluhan hukum untuk ibu rumah tangga juga dilakukan guna mengingatkan kembali tugas dan fungsi seorang ibu dalam rumah tangganya. 

"Dengan penyuluhan ini diharapkan ada pencerahan bagi keluarga dalam menjalankan fungsi dan perannya. Hal ini sangat berkaitan dengan kondisi anggota keluarga. Intinya menciptakan anak-anak yang sehat, berkualitas, bermanfaat bagi agama bangsa dan negara. Kita ingin Keluarga terbentuk dengan sehat, Sakinah Mawaddah Warahmah," tuturnya.

Disampaikan Sukaeni, respon peserta yang berjumlah 150 orang itu sangat antusias mengikuti acara. 

"Kita berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan serta memberi pencerahan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini kita berharap masyarakat miskin dapat terbantu bila menghadapi masalah hukum dan melalui penyuluhan hukum bagi ibu rumah tangga diharapkan dapat menciptakan keluarga yang saling menghargai peran dan fungsi antara Anggota keluarga," tutup Sukaeni SP.

Mengelola Ketidaksetujuan Terhadap Hasil Syuro

Written By Fathur Abu Amira on Selasa, 05 April 2016 | Selasa, April 05, 2016

Oleh : Anis Matta, Lc.
“Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah. Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia kepribadian akan tampak ke permukaan: apakah kita matang secara tarbawi atau tidak?”
RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas masalah yang satu ini. Apa yang harus kita lakukan seandainya tidak menyetujui hasil syuro? Bagaimana “mengelola” ketidaksetujuan itu?
Kenyataan seperti ini akan kita temukan dalam perjalanan dakwah dan pergerakan kita. Dan itu lumrah saja. Karena, merupakan implikasi dari fakta yang lebih besar, yaitu adanya perbedaan pendapat yang menjadi ciri kehidupan majemuk.
Kita semua hadir dan berpartisipasi dalam dakwah ini dengan latar belakang sosial dan keluarga yang berbeda, tingkat pengetahuan yang berbeda, tingkat kematangan tarbawi yang berbeda. Walaupun proses tarbawi berusaha menyamakan cara berpikir kita sebagai dai dengan meletakkan manhaj dakwah yang jelas, namun dinamika personal, organisasi, dan lingkungan strategis dakwah tetap saja akan menyisakan celah bagi semua kemungkinan perbedaan.
Di sinilah kita memperoleh “pengalaman keikhlasan” yang baru. Tunduk dan patuh pada sesuatu yang tidak kita setujui. Dan, taat dalam keadaan terpaksa bukanlah pekerjaan mudah. Itulah cobaan keikhlasan yang paling berat di sepanjang jalan dakwah dan dalam keseluruhan pengalaman spiritual kita sebagai dai. Banyak yang berguguran dari jalan dakwah, salah satunya karena mereka gagal mengelola ketidaksetujuannya terhadap hasil syuro.
Jadi, apa yang harus kita lakukan seandainya suatu saat kita menjalani “pengalaman keikhlasan” seperti itu?
Pertama,
marilah kita bertanya kembali kepada diri kita, apakah pendapat kita telah terbentuk melalui suatu “upaya ilmiah” seperti kajian perenungan, pengalaman lapangan yang mendalam sehingga kita punya landasan yang kuat untuk mempertahankannya? Kita harus membedakan secara ketat antara pendapat yang lahir dari proses ilmiah yang sistematis dengan pendapat yang sebenarnya merupakan sekedar “lintasan pikiran” yang muncul dalam benak kita selama rapat berlangsung.
Seadainya pendapat kita hanya sekedar lintasan pikiran, sebaiknya hindari untuk berpendapat atau hanya untuk sekedar berbicara dalam syuro. Itu kebiasaan yang buruk dalam syuro. Namun, ngotot atas dasar lintasan pikiran adalah kebiasaan yang jauh lebih buruk. Alangkah menyedihkannya menyaksikan para duat yang ngotot mempertahankan pendapatnya tanpa landasan ilmiah yang kokoh.
Tapi, seandainya pendapat kita terbangun melalui proses ilmiah yang intens dan sistematis, mari kita belajar tawadhu. Karena, kaidah yang diwariskan para ulama kepada kita mengatakan, “Pendapat kita memang benar, tapi mungkin salah. Dan pendapat mereka memang salah, tapi mungkin benar.”
Kedua,
marilah kita bertanya secara jujur kepada diri kita sendiri, apakah pendapat yang kita bela itu merupakan “kebenaran objektif” atau sebenarnya ada “obsesi jiwa” tertentu di dalam diri kita, yang kita sadari atau tidak kita sadari, mendorong kita untuk “ngotot”? Misalnya, ketika kita merasakan perbedaan pendapat sebagai suatu persaingan. Sehingga, ketika pendapat kita ditolak, kita merasakannya sebagai kekalahan. Jadi, yang kita bela adalah “obsesi jiwa” kita. Bukan kebenaran objektif, walaupun “karena faktor setan” kita mengatakannya demikian.
Bila yang kita bela memang obsesi jiwa, kita harus segera berhenti memenangkan gengsi dan hawa nafsu. Segera bertaubat kepada Allah swt. Sebab, itu adalah jebakan setan yang boleh jadi akan mengantar kita kepada pembangkangan dan kemaksiatan. Tapi, seandainya yang kita bela adalah kebenaran objektif dan yakin bahwa kita terbebas dari segala bentuk obsesi jiwa semacam itu, kita harus yakin, syuro pun membela hal yang sama. Sebab, berlaku sabda Rasulullah saw., “Umatku tidak akan pernah bersepakat atas suatu kesesatan.” Dengan begitu kita menjadi lega dan tidak perlu ngotot mempertahankan pendapat pribadi kita.
Ketiga,
Seandainya kita tetap percaya bahwa pendapat kita lebih benar dan pendapat umum yang kemudian menjadi keputusan syuro lebih lemah atau bahkan pilihan yang salah, hendaklah kita percaya mempertahankan kesatuan dan keutuhan shaff jamaah dakwah jauh lebih utama dan lebih penting dari pada sekadar memenangkan sebuah pendapat yang boleh jadi memang lebih benar.
Karena, berkah dan pertolongan hanya turun kepada jamaah yang bersatu padu dan utuh. Kesatuan dan keutuhan shaff jamaah bahkan jauh lebih penting dari kemenangan yang kita raih dalam peperangan. Jadi, seandainya kita kalah perang tapi tetap bersatu, itu jauh lebih baik daripada kita menang tapi kemudian bercerai berai. Persaudaraan adalah karunia Allah yang tidak tertandingi setelah iman kepada-Nya.
Seadainya kemudian pilihan syuro itu memang terbukti salah, dengan kesatuan dan keutuhan shaff dakwah, Allah swt. dengan mudah akan mengurangi dampak negatif dari kesalahan itu. Baik dengan mengurangi tingkat resikonya atau menciptakan kesadaran kolektif yang baru yang mungkin tidak akan pernah tercapai tanpa pengalaman salah seperti itu. Bisa juga berupa mengubah jalan peristiwa kehidupan sehingga muncul situasi baru yang memungkinkan pilihan syuro itu ditinggalkan dengan cara yang logis, tepat waktu, dan tanpa resiko. Itulah hikmah Allah swt. sekaligus merupakan satu dari sekian banyak rahasia ilmu-Nya.
Dengan begitu, hati kita menjadi lapang menerima pilihan syuro karena hikmah tertentu yang mungkin hanya akan muncul setelah berlalunya waktu. Dan, alangkah tepatnya sang waktu mengajarkan kita panorama hikmah Ilahi di sepanjang pengalaman dakwah kita.
Keempat,
sesungguhnya dalam ketidaksetujuan itu kita belajar tentang begitu banyak makna imaniyah: tentang makna keikhlasan yang tidak terbatas, tentang makna tajarrud dari semua hawa nafsu, tentang makna ukhuwwah dan persatuan, tentang makna tawadhu dan kerendahan hati, tentang cara menempatkan diri yang tepat dalam kehidupan berjamaah, tentang cara kita memandang diri kita dan orang lain secara tepat, tentang makna tradisi ilmiah yang kokoh dan kelapangan dada yang tidak terbatas, tentang makna keterbatasan ilmu kita di hadapan ilmu Allah swt yang tidak terbatas, tentang makna tsiqoh (kepercayaan) kepada jamaah.
Jangan pernah merasa lebih besar dari jamaah atau merasa lebih cerdas dari kebanyakan orang. Tapi, kita harus memperkokoh tradisi ilmiah kita. Memperkokoh tradisi pemikiran dan perenungan yang mendalam. Dan pada waktu yang sama, memperkuat daya tampung hati kita terhadap beban perbedaan, memperkokoh kelapangan dada kita, dan kerendahan hati terhadap begitu banyak ilmu dan rahasia serta hikmah Allah swt. yang mungkin belum tampak di depan kita atau tersembunyi di hari-hari yang akan datang.
Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah. Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia kepribadian akan tampak ke permukaan: apakah kita matang secara tarbawi atau tidak ?
 
Support : Fathur Abu Amira | Hp 082381220265 | Email : media.pelalawan@gmail.com |
Copyright © 2013. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved