Latest Post

Sebuah Kado Cinta Hari Guru Nasional 2014 : “Untukmu Guru”

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 24 November 2014 | Senin, November 24, 2014



Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jaasa.
(Hymne Guru)

Hymne itu begitu indah. Hymne itu begitu menyejukkan. Dan bagi banyak orang, Hymne itu begitu menggetarkan hingga mampu merubahnya menjadi bulir bulir kristal yang membuncah dari kelopakmata, saat melantunkan baris baris hymne itu sembari menghadirkan wajah wajah teduh penuh ketegaran dari sosok guru.

Betapa tidak, ditengah pedih dan permasalahan yang dihadapi sang guru, dihadapan murid, mereka  tetap tampil prima bak ksatria  yang sedang memberi minum pasukannya yang kehausan, mengobati luka mereka dengan penuh cinta, meski prajuritnya tak pernah tau, ada luka menganga ditubuh sang ksatria. Ada darah segar mengalir disebalik baju perangnya  yang perkasa.

Tapi itulah cinta. Sebab cinta itu adalah energi. Dan Tuhan telah menitipkan sebagian energi cintanya itu kepada manusia bernama Guru.

Silahkan tanyakan kepada murid murid SD, apakah mereka mengerti, ketika gurunya menuntun mereka membaca, menulis dan berhitung berulang kali dg penuh kesabaran karna anak anak SD itu begitu sulitnya memahami, sedangkan gaji mereka beberapa bulan belum dibayarkan sebab keterlambatan pengesahan APBD?

Silahkan tanyakan kepada murid murid SMP, apakah mereka memahami ketika gurunya mengajari rumus rumus yang pelik, pada saat itu rumus dapur gurunya yang menunggak tiga bulan diwarung harian , tak pernah dikupas dipapan tulis kelas?

Silahkan tanyakan kepada murid murid SMA/SMK, apakah mereka menyadari ketika  guru mereka dapat berdiri dengan senyum sempurna mengajarkan mereka arti kehidupan, menasehati mereka yang sudah lincah menghamun, menggertak dan mencibir sang guru, justru karna disaat yang lain guru mereka menguras energi untuk dapat membeli minyak motor kesekolah dan susu anak anaknya dengan mengajar les, privat, menjual kue dan baju?

Tidak, mereka tidak mengerti, tidak memahami, tidak menyadari. Tetapi kenapa itu bisa tetap terjadi? Hanya cinta jawabannya. Karna ada cinta guru untuk masa depan Indonesia. 

Quo Vadis Hari Guru Nasional?

Berbicara tentang Guru dan Hari Guru, tidak terlepas dari berbicara tentang Undang undang terkait keguruan. Dan Undang undang terkait ini cukup unik, sebab ada UU yang lahir sebelum reformasi, ada pula yang lahir setelah reformasi.

Tanggal 25 November diperingati sebagai hari Guru Nasional berdasarkan keppres No 78 tahun 1994, keppres yang terbit jauh sebelum Reformasi bergulir. Bahkan UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional sudah diganti dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Demikian juga dengan PP Nomor 38 tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan sudah diganti dengan peraturan yang lebih tinggi, yaitu UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang dilengkapi dengan kehadiran PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Banyak perubahan yang telah terjadi semenjak lahirnya Undang Undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang Undang tentang Guru dan Dosen, tapi masalah pendidikan masih berkutat pada 4 persoalan utama: Jumlah guru yang kurang, Kualitas Guru, distribusi Guru serta Kesejahteraan Guru.

Keempat persoalan utama ini sangat menentukan kualitas pendidikan kita. Di Kabupaten Pelalawan misalnya, kekurangan guru PNS ditutupi oleh Guru Honor Daerah dan Guru Bantu Provinsi. Jumlahnya mencapai hampir  3000 guru. Kepada mereka anak anak kita titipkan. Namun keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan kebijakan pendidikan daerah selalu menjadi alasan utama bahwa penghasilan mereka tidak berbeda dengan penghasilan profesi yang lain seperti petugas kebersihan sekolah dan  petugas keamanan sekolah, sedangkan  tantangan yang dihadapi tentu berbeda. Padahal sejatinya anggaran  22,9 persen atau sekitar 490 Milyar dari APBD Kab Pelalawan masih dapat diefektifkan dan dimaksimalkan untuk menuntaskan keempat persoalan utama pendidikan kita.

Karena itu momentum Peringatan Hari Guru tahun ini menjadi demikian penting diawal pemerintahan baru NKRI. Karnanya pula, maka gerakan yang diusung Mentri Pendidikan Nasional, Anies Baswedan, yakni Gerakan Memuliakan Guru pada peringatan hari Guru tahun ini, perlu didukung, apapun bentuknya. Agar peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2014, punya makna baru dalam pendidikan Indonesia, bukan sekedar seremonial tanpa makna.

Akhirnya, kita berdoa agar kualitas pendidikan dinegeri ini semakin baik. Tentu saja salah satunya adalah dengan memuliakan guru.  Semua guru baik., karna Guru yang baik adalah guru yang kita muliakan. Guru yang kita perhatikan sepenuhnya. Karna itu meski dengan makna yang berbeda, saya tetap kurang sepakat terhadap pernyataan Mustafa Kemal Ataturk diawal abad 21, ketika beliau mengatakan: “A good teacher is like a candle - it consumes pan to light the way for others.  -Guru yang baik itu ibarat lilin – membakar dirinya sendiri demi menerangi jalan orang lain.” . 

Selamat Hari Guru Nasional. Dan simaklah do’a kami Untukmu Guru: ”Ya Tuhan, Muliakanlah Guru kami. Saksikanlah kami mencintai mereka. Karnanya kumpulkan mereka nanti bersama orang orang yang Engkau cintai. Aamiin”

H. Abdullah

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kab. Pelalawan - Riau

Semua Orang Bisa Jadi #Pahlawan Ketika Berjuang Melaksanakan Kata-kata | by @anismatta

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 12 November 2014 | Rabu, November 12, 2014

Banyak yang berbagi tentang #pahlawan hari ini.. InsyaALLAH saya akan kultwit dengan hastag yang sama..

Hari #Pahlawan 10 Nov bukan semata cerita tentang perlawanan, tapi juga konfirmasi sebuah niat..

Sejak 17 08 45 kita sudah berniat dan bertekad mendirikan sebuah negara tempat bangsa Indonesia, bangsa yg baru lahir, bernaung.. #pahlawan

Krn itu, ketika ada pihak yg ingin mengusik terwujudny niatan itu, para pendiri bangsa tak segan2 mengorbankan nyawa utk membela.. #pahlawan

Mendirikan negara merdeka adalah usaha utk keluar dari penderitaan penjajahan.. #pahlawan

dan merampas kemerdekaan sama dgn mengembalikan kita ke dalam kemelaratan.. #pahlawan

Hari #Pahlawan adalah fase krusial dalam proses menjadi Indonesia, gelombang pertama dalam perjalanan sejarah Indonesia..

Ini merupakan "ujian fisik" atas sebuah niat mendirikan negara bangsa sebagai jalan menuju kesejahteraan.. #Pahlawan

Ini juga merupakan eksperimen sejarah.. Bahkan para pendiri bangsa kita juga belum tahu bagaimana ujungnya.. #Pahlawan

Sama dengan ketika mereka merumuskan lahirnya sebuah"spesies baru" bernama bangsa Indonesia di laboratorium sejarah.. #Pahlawan

Kini kita berada di gelombang ketiga.. Dua gelombang sejarah sudah kita lalui.. #Pahlawan

Kita sudah menjadi Indonesia di gelombang pertama, dan berusaha mewujudkan negara-bangsa modern di gelombang kedua.. #Pahlawan

Kita belajar tentang kebulatan tekad di gelombang pertama, belajar teknokrasi di gelombang kedua.. #Pahlawan

Kita melihat pentingnya gagasan filosfofis, pengembaraan intelektual dan imajinasi di gelombang pertama.. #Pahlawan

Kita belajar ttg manajemen, organisasi, perencanaan dan teknokrasi di gelombang kedua.. #Pahlawan

Kita juga belajar tentang apa yang kurang dan tidak cocok pada masing2 episode perjalanan sejarah kita.. #Pahlawan

Memang Hari #Pahlawan sering diperingati dalam nuansa heroisme dan patriotisme.. Tidak salah.. Ada benarnya..

Tapi kita juga perlu mengangkatnya ke level gagasan: mempertahankan negara merdeka adalah perwujudan sebuah gagasan.. #Pahlawan

Sudah lama para cendekia berkata: "Ide itu berkaki.." Dan perjuangan fisik adalah salah satu kaki dari ide kemerdekaan.. #Pahlawan

Juga penyair WS Rendra pernah berkata: "dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.." #Pahlawan

Semua orang bisa jadi pahlawan, ketika berjuang untuk melaksanakan kata-katanya.. #Pahlawan

Mari kita sampaikan Al Fatihah bagi para #Pahlawan kita..

Kobarkan semangat Indonesia!!

Tweet @anismatta

PKS Dituntut Hasilkan Kebijakan yang Bermanfaat Bagi Masyarakat



Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai politik harus mampu menerjemahkan ideologi partai ke dalam kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Demikian disampaikan Fitra Arsil, pakar hukum dari Universitas Indonesia dalam focus group discussion yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI di Gedung Nusantara I lantai 3, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (10/11) kemarin.
"PKS tidak boleh pragmatis,sekedar menghasilkan kebijakan yg tidak sejalan dengan ideologi partai. PKS lewat Fraksi PKS di parlemen harus menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus dengan sesuai dengan ideologi partai," kata Fitra.

Tantangan selanjutnya yang dihadapi PKS adalah bagimana mengobjektifikasikan nilai-nilai Islam dalam kerangka konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PKS lewat Fraksi PKS di parlemen dituntut untuk bisa menghasilkan kebijakan yang mencerminkan rasa keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Dan Umar pun menangis...


Siapa yang tak mengenal Umar Ibnul Khottab -radhiallahu anhu-. Sosok yang memiliki tubuh kekar, watak yang keras dan berdisiplin yang tinggi serta tak kenal gentar. Namun di balik sifat tegasnya tersebut beliau memiliki hati yang lembut.

Suatu hari beliau masuk menemui Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- di dalam rumahnya, sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid nabawi. Di dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu membekas di badan beliau.

Spontan keadaan ini membuat Umar menitikkan air mata karena merasa iba dengan kondisi Rasulullah.

"Mengapa engkau menangis, ya Umar?" tanya Rasulullah.

"Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas, sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, ya Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya," jawab Umar.

Rasulullah kemudian menghibur Umar, beliau bersabda: "Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…? ".

Beliau shallallahu alaihi wasallam melanjutkan lagi, "Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya."

Begitulah sahabat….

Tangisan Umar adalah tangisan yang lahir dari keimanan yang dilandasi tulusnya cinta kepada Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam-. Apa yang dilihatnya membuat sisi kemanusiaannya terhentak dan mengalirkan perasaan gundah yang manusiawi. Reaksi yang seolah memberi arti bahwa semestinya orang-orang kafir yang dengan segala daya dan upaya berusaha menghalangi kebenaran, memadamkam cahaya iman, dan menyebarkan keculasan dan keburukan, mereka itulah yang semestinya tak menikmati karunia Allah. Sebaliknya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang telah membimbing umat manusia dari kegelapan menuju cahaya Islamlah semestinya mendapat kesenangan dunia yang layak, begitu fikir Umar.

Tangisan Umar juga memberi arti lain, bahwa betapa tidak mudah bagi sisi-sisi manusiawi setiap orang bahkan bagi Umar sekalipun, untuk menerima ganjilnya “pemihakan” dunia kepada orang-orang bejat. Namun sekejap gundah dan tangisnya berubah menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman sesudahnya. Yaitu apabila kita mengukur hidup ini dengan timbangan duniawi, maka terlalu banyak kenyataan hidup yang dapat menyesakkan dada kita.

Lihatlah bagaimana orang-orang yang benar justru diinjak dan dihinakan. Sebaliknya, para penjahat dan manusia-manusia bejat dipuja dengan segala simbol penghargaan. Tak perlu heran, karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan akan masa-masa sulit itu. Masa dimana orang-orang benar didustakan dan orang-orang dusta dibenarkan.

Tangis Umar juga mengajari kita bahwa dalam menyikapi gemerlapnya dunia, kita tidak boleh hanya menggunakan sisi-sisi manusiawi semata, dibutuhkan mata hati bukan sekedar mata kepala. Dibutuhkan ketajaman iman, dan bukan semata kalkulasi duniawi.

Dan semua itu tercermin dalam jawaban Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- kepada Umar. Beliau memberi gambaran yang membuat sesuatu yang secara lahiriah aneh dan ganjil bisa jadi secara substansial benar-benar adil. Bagaimana sesuatu yang yang secara kasat mata terlihat pahit, menjadi benih-benih bagi akhir yang manis dan membahagiakan.

Jawaban Rasulullah juga memberi pesan agar orang beriman jangan sampai mudah silau dan terpukau dengan gemerlapnya dunia yang dimiliki oleh orang kafir. Karena setiap mukmin punya pengharapan lain yang jauh lebih tinggi, yaitu kebahagiaan abadi di akhirat, pada keaslian kampung halaman yang sedang dituju.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad, dll, lihat Shahihul Jami’ no. 561)

Semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka, manusia-manusia langit yang pernah menapakkan kakinya di bumi Allah ini.

Baarakallahu fiikum. 

Setelah Ibukota, KMP Akan Deklarasi di Daerah


Koalisi Merah Putih (KMP) DKI Jakarta 2014-2019 dideklarasikan dan dikukuahkan di Hotel Gran Melia Jakarta Selatan, Selasa, 11/11.

Deklarasi ini dihadiri oleh tokoh KMP Pusat. Seperti Amien Rais, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Djan Faridz, Idrus Marham dan Aboe Bakar Al Habsy.

Aburizal selaku Ketua Presidium KMP dalam sambutannya mengatakan, setelah deklarasi KMP DKI, akan menyusul deklarasikan dan pengukuahan KMP di daerah lain.

Tepatnya pada 20 November, diantaranya Jogjakarta, Jawa Tengah, Gorontalo, Sumatera Barat dan Jawa Barat.

Sebelumnya, Wakil Ketua KMP DKI Selamat Nurdin mengatakan, deklrasi KMP DKI Jakarta akan memberikan warna baru dalam menyerderhanakan polarisasi kemajemukan partai politik nasional khususnya di Jakarta.

Allah mendesain kita seperti pohon korma


"POHON KORMA"

Ada kata-kata bijak kuno yang mengatakan bahwa "orang benar akan bertunas seperti pohon korma".

Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yg kering, gersang, tandus & kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon korma dianggap sebagai pohon yg tahan banting.

Kekuatan pohon korma ada di akar2nya. Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu. Mengapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.

"Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah."

Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengijinkan tekanan hidup datang. Bukan untuk melemahkan & menghancurkan kita, tapi sebaliknya.

Allah mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yang selama ini menekan kita. Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.

Allah mendesain kita seperti pohon korma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat & tegar menghadapi beratnya kehidupan.

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang-pemenang kehidupan.

Sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah

Yang Belum Kamu Ketahui tentang Bung Tomo


Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November identik dengan sosok Bung Tomo. Mungkin diantara kita belum begitu mengenal sosok Bung Tomo selain kepalan tangan dan pekikan takbir saat peristiwa 10 November 1945 di Surabaya yang akhirnya dijadikan sebagai Hari Pahlawan.

Berikut sosok Bung Tomo yang disampaikan Zainudin Paru via akun twiternya @ZParu pagi ini (10/11/2014):

 Selamat pagi Indonesia. Gelorakan semangat pahlawan. Mengenang Jasa para Pahlawan hari ini, Senin, 10 Nop.2014. #BekerjaTuntas!

Hari ini, 10 Nop.'45 di Surabya Bung Tomo mengobarkan semangat perjuangan bangsa utk merdeka dgn Pekik Takbir ALLAHU AKBAR! 

Tergambar kpd kita, Bung Tomo bukan sekedar pejuang tapi juga orator/tabligher yg mampu mengajak semua org berjuang. 

Bung Tomo adalah pejuang religius & seorg muslim yg taat, dekat dgn kiai, & meniatkan perjuangan lillahi ta'ala. 

Bung Tomo, berhasil meniti karir yg cemerlang. Sukses di Militer dgn pangkat Mayor Jenderal, politisi, menteri, juga penulis. 

Bung Tomo, sosok pejuang yg tegas, lugas, berwibawa & kritis thdp pemerintah. Ia kritik Soekarno & Soeharto hingga ia dipenjara.

Bung Tomo, pejuang yg disegani semua kalangan, berjuang tulus membela bangsa, tanpa tendensi, tanpa edit & tanpa edisi.

Bung Tomo, lahir dr keluarga berada dgn ayah sbg ambtenar, wirausaha, juga bekerja pd perusahaan ekspor import Belanda.

Bung Tomo, lahir dr seorg ayah politisi yg juga anggota Sarekat Islam, organisasi yg berpengaruh pd masanya.

Bung Tomo, ayahnya distributor mesin jahit Singer. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda & Madura.

Bung Tomo, lahir ditengah masyarakat yg tertindas. Ekonomi susah, tdk terdidik, penjajah yg kejam & norma2 masyarakat yg diinjak2. 

Bung Tomo, tumbuh dgn kepribadian istimewa. Diusia kanak2 ia kerap protes & mengungkapkn ketidakpuasan atas prilaku penjajah. 

Bung Tomo, menganggap khutbah2 tokoh/Ulama Islam tdk berani menyampaikn persoalan kebangsaan & penjajahn yg dialami rakyat Indonesia.

Bung Tomo, lahir dilingkungan & keluarga santri sbg muslim yg taat. Orang tua & keluarga besarnya adalah sosok yg rajin beribadah.

Bung Tomo, ketaatan kpd Allah SWT tercermin dlm gaya khasnya selalu memulai tiap pidatonya dgn kalimat takbir "Allahu Akbar"!

Bung Tomo, kedekatan dgn kiai jadikn pertempuran 10 Nop tdk hanya dilandasi semangat juang tp juga jihad membela bangsa & negara. 
 Bung Tomo, 10 Nop itu juga dikenal dgn julukan "jihad fii sabilillah" (berita Aula:Majalah NU Vol.29/2007).

Anggota Dewan PKS Minta Disdik Evaluasi Kurikulum 2013

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 17 September 2014 | Rabu, September 17, 2014


Sektretaris Fraksi Madani DPRD Pelalawan H Abdullah meminta Dinas Pendidikan Pelalawan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap implementasi Kurikulum 2013. Pasalnya, buku-buku pelajaran dan buku panduan guru berbasis Kurikulum 2013 yang penerapan kurikulum 2013 masih semrawut, dimana setiap sekolah banyak belum siap melaksanakannya.

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Pelalawan, H Abdullah, pada media ini di Pangkalankerinci, Kamis (11/9/2014). Menurutnya, terkait dengan implementasi Kurikulum yang dimulai pada Juli 2013 tahun lalu, ditekan pada kriteria guru inti nasional yang mengikuti pelatihan harus guru-guru yang telah mempunyai persyaratan kompetensi unggul.

"Selain itu, guru-guru juga harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Sementara saat ini, masih banyak kendala yang harus dihadapi yakni Pelatihan guru kurang, buku panduan guru dan siswa serta isi buku tidak sesuai. Karena itu, pihaknya selaku anggota DPRD Pelalawan meminta pada Dinas Pendidikan harus evaluasi kembali dan mengontrol kembali, dimana permasalahan kurikulum 2013 yang paling krusial.

"Kita selaku anggota dewan menginginkan agar Dinas Pendidikan menuntaskan penyaluran tahun 2013. Baik yang didanai melalui APBN TA 2013 maupun APBN-P TA 2013," ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Masyarakat Langkan Perkarakan PT PSJ di Pengadilan Terkait Masalah tanah

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 01 September 2014 | Senin, September 01, 2014

PKS Pelalawan | Abdullah kader partai PKS anggota DPRD Pelalawan terpilih yang baru saja dilantik,
Jum,at (29/8) pada Hari kedua kerjanya, blusukan ke Desa Langkan Kecamatan Langgam temui perangkat desa dan KUD langkan. Kepada detakriau.com ia berujar inilah salah satu pekerjaan rumah legislatif nantinya kedepan yang harus segera dibenahi dan selesaikan bersama-sama dengan pihak pemerintah daerah tentunya. Dari sekian banyak kasus pertanahan antara masyarakat dan koorporat salah satunya adalah Masalah sengketa lahan warga desa langkan dengan PT.PSJ atas 487 KK seluas seribu hektar lebih.

Ia juga sampaikan bahwa perkembangan kasus ini sudah sampai pada Putusan sidang PN pelalawan yang akan dibacakan pada hari senin depan tgl 1 september 2014.

"Ya, mereka Warga desa langkan menyampaikan bahwa pada jadwal tersebut akan beramai ramai mendatangi PN Pelalawan pada senin paginya.

"Salah seorang anggota  Koperasi Rukun Makmur desa langkan, H Yassin mengatakan berharap sertifikat tanah warga yang seluruhnya sudah melunasi hutang kebunnya 
agar dapat dikembalikan, karna itulah harta kami yang dapat kami usahakan dan pertahankan bertahun tahun, tegasnya.

"Ya, Selaku anggota DPRD Pelalawan yang baru saja dilantik beberapa hari, saya berharap hukum berpihak ke masyarakat yang telah dirampas hak haknya, Ujar abdullah.

Setelah khutbah jum,at di mesjid Albarokah desa Langkan, mendengarkan aspirasi mayarakat, masyarakat mengungkapkan pertama, bahwa permasalahan lahan masyarakat tersebut dikatakan sudah beberapa kali disidangkan, dan senin 01/09/2014 adalah sidang yang kesekian kalinya.

Kedua, bahwa masyarakat terus berjuang dan memperjuangkan hak-haknya yang diperbuat
oleh oknum/koorporasi PT.PSJ, dimana 487 KK sudah lunaskan hutang kebunnya, tapi sertifikat tanah tidak mau dikembalikan perusahaan, tutupnya [detakriau]

Anggota DPRD dari PKS Besuk Pasien DBD di RSUD Selasih

PKS Pelalawan | Baru saja dilantik menjadi anggota dewan defenitif. Abdullah anggota DPRD dari partai PKS langsung melakukan aksi nyata terhadap masyarakat. Sabtu pagi (30/8/14) dia melihat kondisi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Selasih.

Hal yang mendorong Abdullah melakukan ini menyusul berjatuhan korban DBD di Kabupaten Pelalawan. "Berdasarkan informasi dari pihak RSUD, kasus DBD akhir-akhir ini sungguh mengkhawatirkan sekali. Agar korban tidak berjatuhan makanya semua pihak terkait harus ekstra hati-hati dan melakukan antisipasi," terang Abdullah.

Dikatakan Abdullah, sepanjang 2014 ini sudah terjadi 51 kasus DBD yang ditangani oleh pihak RSUD Selasih. Barangkali, kasus tersebut belum tercatat di RS lainnya.

Kasus terbaru berdasarkan informasi pihak RSUD sebut Abdullan, tertinggi di bulan Mei sebanyak 12 kasus dan kedua Agustus ini sebanyak 10 kasus. Pasien DBD tersebut tersebar dan hampir seluruh kecamatan di kabupaten Pelalawan.

"Menurut hemat saya perlunya koordinasi dengan antar instansi seperti Diskes, RSUD, dan Camat agar kesadaran lingkungan dapat ditingkatkan kepada warga dalam komando RT RW dilingkungan," tukasnya.

Dia juga menyebutkan bahwasanya, fogging bukanlah solusi untuk DBD ini. "Barangkali program Jumat sehat misalnya diterapkan kepada seluruh RT agar sekali seminggu dilakukan gotong royong pembersihan lingkungan," tandasnya. [riauterkini]
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger