For Presiden RI 2014 - 2019

For Presiden RI 2014 - 2019

Latest Post

Ramadhan sebagai Pendidikan Politik

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 21 Juli 2014 | Senin, Juli 21, 2014


Oleh H. Abdullah *)

                Sudah habis teori di gudang. Demikian ungkapan salah seorang Professor menjawab pertanyaan mahasiswanya tentang teori apa lagi yang bisa digunakan untuk membawa bangsa ini keluar dari krisis (Kompas, 11 Oktober 2005). Statement itu begitu menggelitik, sebab  kenyataannya Pemilu demi pemilu,  Bangsa kita cenderung gagal dalam melakukan internalisasi nilai-nilai luhur yang berasal dari Tuhan, termasuk menginternalisasi teori teori dan konsep  menjadi perilaku keseharian politikus, pejabat publik maupun  masyarakat.

            Machiavellis, seorang filsuf dan politikus Itali yang terkenal dizamannya dan banyak menjadi rujukan politikus, bahkan pernah membuat slogan, “Kiranya dapat diterima akal bila demi tuntutan profesionalnya, seorang serdadu harus membunuh dan seorang politikus harus menipu” (It is thought that by the necessities of his profession a soldier must kill and politicion lie).  Senada dengan Machiavellis dalam buku Who gets What, When and How,  Laswell menegaskan bahwa “Politik adalah masalah siapa, mendapat apa, kapan dan bagaimana.” Sesederhana itukah?

            TidakIslam sejatinya sangat jauh dari itu.  Politik dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyâsah, artinya: mengurusi urusan, melarang, memerintah (Kamus al-Muhîth). Jadi, politik artinya adalah mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam dunia politik berarti memperhatikan kondisi masyarakat dengan cara menghilangkan kezaliman penguasa dan melenyapkan kejahatannya atas mereka. Politik didalam  Islam berarti mengurusi urusan masyarakat melalui kekuasaan, melarang dan memerintah, dengan landasan hukum sesuai dengan tuntunan Tuhan.

Pendidikan Politik.

            Puasa bersifat pribadi, dalam artian khusus diwajibkan kepada seseorang yang beriman (Albaqarah:183). Namun asumsi bahwa puasa tidak ada kaitannya dengan tanggung jawab moral pejabat public (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) tentu saja tidak berdasar. Sebab makna puasa tidak hanya menahan lapar, dahaga, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari. Hikmah terbesar orang berpuasa adalah bagaimana manusia memiliki rasa kebersamaan dalam masyarakat dan menghasilkan cinta kasih antar sesama tanpa memandang latar belakang suku, dan agama. Ini adalah pendidikan politik. Pendidikan tentang melayani dan mengurusi masyarakat. Hikmah tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:

            Pertama, merasakan lapar dan haus memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan penduduk miskin atau kaum duafa di negeri ini.  Ramadhan kemudian juga melatih kita, dengan berpuasa, untuk menyadari bahwa Allah itu bukan hanya zat Yang Maha Ada (in manent), tapi Juga Yang Maha Hadir (omni present). Karna adanya kesadaran itulah kemudian kita mampu bertahan untuk tidak berbuka hingga pada waktunya, meskipun kita dalam kesendirian. Inilah nilai dan pendidikan politik yang harus ditransfer ke bulan bulan setelah Ramadhan. Bahwa Allah maha hadir, maha melihat apa yang kita lakukan. Kita mungkin mampu bersembunyi dari orang lain, atau dari KPK sekalipun. Tapi kita tak kuasa  bersembunyi dari Allah SWT. Karnanya diayat yang lain, Dia berkata: “Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiadalah pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. QS Almujaadilah (58:7).

            Kedua, puasa juga mendidik kita untuk menjauhkan diri dari sikap materialisme dan kepentingan keduniawian. Kita hindari kenikmatan duniawi, meski terhidang didepan mata. Asy Syahid Sayyid Quthb dalam mukadimah tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengkritisi peradaban kapitalis dengan pandangan bahwa peradaban materialis tersebut tegak berdiri seperti burung yang mengepakkan satu sayapnya yang perkasa, sedangkan sayapnya yang lain lemah lunglai.  Kapitalis  sukses mencapai kemajuan dalam bidang penemuan materi  tetapi gagal di bidang nilai-nilai kemanusian.  Peradaban berbasis idiologi kapitalis itu telah melahirkan kecemasan, kebingungan, berbagai penyakit jiwa dan saraf.  Persis sebagaimana filsuf  barat,  Sartre mengatakan “ bahwa jiwa ini terpenjara dari kungkungan kepentingan fisik kita”.  Sedangkan Ramadhan, menuntun fisik yang kita miliki, jauh dari kepentingan keduniawian. Jauh dari kepentingan sekularisme dan materialisme. Jauh dari nafsu syahwat akan harta, jabatan dan hedonisme.

            Ketiga, puasa melatih kepekaan bathin terhadap  tanggung jawab.  Kita yakinkan diri untuk memulai dan menyelesaikan puasa dengan penuh rasa disiplin dan tanggung jawab. Kalau seorang pejabat public sebagai pemegang amanah rakyat bertindak ceroboh, vulgar, suka menggergaji uang rakyat, tidak peduli kepada nasib dan penderitaan orang yang lemah dan tertindas, memperkaya diri sendiri dengan prosedur salah, maka berarti tanggung jawabnya sangat lemah. Tanggung jawab pribadi pemimpin seperti itu, membawa akibat pada tanggung jawab sosial, karena setiap perbuatan pribadi yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah adalah sekaligus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan sesama manusia. Ini artinya, prinsip pertanggungjawaban pada mayarakat dan Tuhan menjadi bersifat urgen bagi terciptanya pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih.
Sebuah Realita.

            Kita patut bangga dan bersyukur mengetahui  prestasi pertumbuhan ekonomi pada tahun tahun terakhir, meskipun pertarungan politik Pilpres dibulan Ramadhan ini sedikit mengguncangkan stabilitas ekonomi nasional.  Kita patut bangga karna kebangkitan dalam aspek ekonomi ini semakin menunjukkan kedaulatan kita sebagai bangsa. Namun demikian tak dapat kita pungkiri bahwa bangsa ini masih menyisakan permasalahan rumit yang bernama kemiskinan. Untuk Riau saja, Data BPS menunjukkan Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Riau pada September 2013 sebesar 522,53 ribu jiwa (8,42 persen). Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 yang berjumlah 481,31 ribu jiwa (8,05 persen), maka jumlah penduduk miskin di Riau mengalami kenaikan sebanyak 41,22 ribu jiwa. Artinya  terjadi kenaikan persentase penduduk miskin dari 8,05 persen pada September 2012 menjadi 8,42 persen pada bulan September 2013. Terjadi kenaikan sebesar 0,37 persen. Dan selama periode tersebut, distribusi pertambahan penduduk miskin di daerah perdesaan diperkirakan bertambah 34,92 ribu jiwa, sementara di daerah perkotaan diperkirakan bertambah 6,3 ribu jiwa.

            Data kemiskinan itu kontras dengan data kasus korupsi yang menghiasi media masssa dan elektonik kita sehari hari. Berdasarkan data KPK tahun 2012, menyebutkan bahwa Provinsi Riau masuk peringkat 7 besar provinsi yang banyak dilaporkan dalam kasus korupsi oleh masyarakat. Hingga akhir tahun 2012, sebanyak 1.787 laporan dugaan korupsi yang terjadi di Provinsi Riau dilaporkan ke KPK. Total laporan masyarakat yang masuk ke KPK (2004-2012) 57.964 laporan. Dan mengacu kepada analisa FITRA, Korupsi APBD yang ditangani oleh Polisi Daerah Riau dan Kejaksaan Riau di Tahun 2013, tercatat total 39 kasus korupsi: Pemprov Riau (19 kasus), Siak (6 kasus), Kampar (9 kasus), Kuansing (2 kasus), Dumai (3 kasus), Rohul (3 kasus), Bengkalis (5 kasus), Rohil (3 kasus) Inhil, (5 kasus), Inhu (4 kasus), Pelalawan (4 kasus), Meranti (1 kasus) dan Pekanbaru (2 kasus). Artinya korupsi terjadi di 12 pemerintahan kabupaten/kota dan propinsi.

Data diatas setidaknya menunjukkan kepada kita, bahwa kita masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar, ditengah ancaman krisis global dunia yang setiap saat mengancam stabilitas politik dan ekonomi Indonesia termasuk provinsi Riau. Dan Ramadhan telah hadir kembali ditengah kita, sebagai pendidikan politik untuk mengurusi masyarakat agar idealitas dengan realitas itu semakin dekat.

            Mudah-mudahan Ramadhan 1435 H membawa angin perubahan dalam prilaku pejabat public dan juga masyarakat.  Para pedagang tidak lagi bertindak curang dengan mengurangi timbangan.  Anak anak patuh pada orangtuanya. Para pejabat dan birokrat mulai menghindarkan diri dari kejahatan korupsi.  Para pegawai swasta mengedepankan kejujuran dalam melaksanakan perkerjaannya.  Para pengusaha tidak lagi serakah dalam mengambil profit atau keuntungan dan mulai memberikan perhatian besar pada kesejahteraan karyawannya. Alangkah indahnya Pendidikan politik Ramadhan.  Alangkah indahnya dunia tanpa keserakahan.  Selamat Idulfitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Tuntutan Sejarah dan Blok Kampar


*Pengurus Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Provinsi Riau

*Anggota Terpilih DPRD Kab Pelalawan, dari PKS

Prabowo : Kita Harus Menahan Diri Hingga Pengumuman Real Count‏ KPU

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 16 Juli 2014 | Rabu, Juli 16, 2014

PKS Pelalawan | Capres Prabowo Subianto bertekad akan terus menjaga keutuhan bangsa setelah Pilpres 9 Juli lalu. Pasalnya sesusai ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut kondisi politik Indonesia semakin memanas. “Saya berkomitmen menjaga keutuhan bangsa terutama dalam menunggu tanggal 22 Juli saat plenno KPU mengesahkan siapa pemenang dalam pemilihan presiden,”ungkapnya di Jakarta, Selasa, (15/7).
Ia pun berujar akan terus menahan diri untuk tidak terpancing mengikuti kehendak lawan yang selalu menyerangnya.”Kami terus bertahan dan tidak melakukan serangan apapun walu berat. Kami harus menahan saat rumah Ketua PKS dibakar, saksi kami diintimidasi, surat suara dicuri. Kami bersabar,” jelasnya.
Menurut Prabowo, pergantian pemimpin dalam sebuah negara merupakan hal yang lumrah dan biasa. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak mampu menahan diri dari tindakan yang tidak terpuji. “Pergantian pemimpin itu biasa. Kita buat indah. Jangan seperti negara lain yang penuh keresahan. Kita harap selalu ada kebaikan di setiap pergantian pemimpin,” katanya.(pks.or.id)

Prabowo - Hatta Diambang Kemenangan

Kemenangan Prabowo-Hatta Sudah di Depan Mata


PKS PELALAWAN | Pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilihan umum presiden 9 Juli lalu, sudah berjalan hingga rilis real count versi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada  22 Juli 2014.
 
Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pun digadang-gadang memenangkan Pilpres 2014. Keyakinan itu dikemukakan jubir tim sukses pasangan Prabowo-Hatta, Marwah Daud Ibrahim dan Musfihin Dahlan.
 
Keduanya yakin berdasarkan data dari Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo-Hatta, hingga Selasa ini, suara yang dihitung berdasarkan data dari tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah mencapai 99.97 persen, memperlihatkan pasangan nomor urut satu itu unggul dengan perolehan 53,52 persen suara. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, 46,48 persen suara.
 
“Yang perlu kita lakukan saat ini adalah mengawal suara agar tidak hilang atau dicuri, dan meyakinkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kepercayaan rakyat pada Prabowo-Hatta, telah ditunaikan melalui pencoblosan 9 Juli lalu. Karena itu, semua elemen masyarakat harus menjaga amanah tersebut hingga pengumuman KPU 22 Juli nanti,” kata Marwah, Selasa (15/7/2014).
 
Marwah mengatakan, tabulasi nasional tim sukses Prabowo-Hatta dilakukan berdasarkan data yang sangat valid yang dikumpulkan relawan. "Data kita adalah formulir C1, jadi bukan klaim atau spekulasi," tegasnua.
 
Pimpinan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ini juga menyinggung kecurangan yang dilakukan pihak lain yang merugikan pasangan Prabowo-Hatta, terutama di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
 
“Jika saja kita tidak dicurangi, mungkin persentase kemenangan pasangan Prabowo Hatta lebih tinggi lagi,” terangnya.
 
Sementara, Musfihin menambahkan,  Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo-Hatta memperoleh data akurat soal perolehan suara ini. Sebab, data dari TPS itu dikumpulkan oleh relawan yang memang sudah disebar dan dengan diperkuat saksi-saksi dari unsur Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini dikenal sangat teliti, rapi, dan akurat.
 
“Jadi, data yang peroleh sangat akurat dan kita bisa menyimpulkan bahwa pasangan Prabowo Hatta, berdasarkan perhitungan kita di   Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo Hatta, telah memenangkan pilpres 2014. Kita tinggal menunggu pengumuman resmi oleh KPU pada 22 Juli nanti,” kata Musfihin.
 
Wakil Sekjen Partai Golkar ini menegaskan, semua pihak harus menerima kenyataan dan legowo jika dikalahkan Prabowo-Hatta. “Jadi, opini yang sudah telanjur menggiring bahwa pemenang pilpres adalah pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, harus menerima kenyataan bahwa itu hanyalah prediksi berdasarkan sampling," paparnya.
 
Kendati demikian, dia mengimbau kepada Joko Widodo dan jusuf Kalla untuk berjiwa besar dan menunjukkan sikap kenegarawanannya apabila keputusan KPU 22 Juli nanti sama dengan hasil Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo-Hatta. [okezone]

Real Count Koalisi Merah Putih Sudah 97%

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 14 Juli 2014 | Senin, Juli 14, 2014



PKS Pelalawan | Penghitungan suara manual yang dilakukan koalisi merah putih sudah hampir selesai. Hasil sementara, pasangan Prabowo-Subianto masih unggul dibanding Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Masih sama ya, berada di posisi 52 persen. Tapi belum semua data masuk,” kata Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, kepadaOkezone, Senin (14/6/2014).

Namun demikian, Fadli mengatakan, hari ini hampir seluruh data dari tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) masuk. “Hasil perhitungan keseluruhan data akan diumumkan besok,” ujarnya.

Sementara informasi yang diperoleh dari tim koalisi merah putih, data suara yang masuk hingga hari ini sudah mencapai 97 persen. Pasangan Prabowo-Hatta mendapat 53,42 persen dan Jokowi-JK 46,48 persen.

Kemarin siang, sampai pukul 13.15 WIB, jumlah suara masuk mencapai 89.003.974. Prabowo memperoleh 45.871.756. (51,54 persen) dan nomor urut 2, 43.132.218. (48,46 persen).[dm/okezone] 

Ketua KPU Sudah Mempublikasikan Scan C1 Agar Masyarakat Tahu Hasilnya



PKS Pelalawan | Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung mengunggah dokumen rekapitulasi pemungutan suara di tingkat TPS (tempat pemungutan suara) atau form C1.

"Jadi prinsip dasar kenapa KPU upload duplikasi dokumen resmi di tingkat TPS, gunanya adalah bahwa masyarakat secepatnya mengetahui apa yang terjadi di tempat pemungutan suara," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik, Minggu (13/7/2014).

Adanya beberapa form C1 yang terlihat janggal di website milik KPU, www.kpu.go.id, KPU meminta agar publik berpartisipasi aktif mengkritisi hal tersebut.

KPU pun menyebut pengunggahan form C1 ke website dalam rangka prinsip akuntabilitas dan integritas.

"Kami kan ingin ada koreksi dari bawah. Kalau kami mau, ya kami tetapkan saja itu langsung hasilnya tanpa memberitahu bagaimana proses rekapnya dari awal," tandasnya. [yeh/inilah]

*NB: Untuk mengetahui data C1 di KPU, klik web resmi KPU :http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php

Surat Terbuka Prabowo Subianto, 8 Juli 2014

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 08 Juli 2014 | Selasa, Juli 08, 2014


Sahabat sahabatku dimanapun engkau berada,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bagi saudara-saudara sahabat-sahabatku yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, saya ucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa. Semoga dapat ditunaikan dengan sempurna dan amal ibadah anda diterima oleh Allah SWT.

Sahabatku sekalian, kurang lebih delapan belas jam lagi yaitu mulai jam 07.00 besok pagi tanggal 9 Juli 2014, seluruh bangsa kita akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun kedepan, 2014 sampai 2019.

Kita patut bersyukur dan bangga bahwa negara kita adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Kita sadar masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan demokrasi kita. Pasti kita semua ada yang tidak puas terhadap penyelenggaraan demokrasi kita sampai sekarang.

Kitapun menyadari dan mewaspadai ancaman-ancaman terhadap demokrasi berupa upaya membohongi rakyat dan membeli suara secara besar-besaran.

Namun, sebagaimana saya berkali-kali katakan selama ini, saya yakin rakyat Indonesia sudah lebih pintar daripada yang diperkirakan oleh segelintir orang. Dan rakyat Indonesia punya hati nurani dan kesadaran mana yang terbaik untuk masa depan mereka.

Saya ingin ucapkan terima kasih kepada para sahabatku sekalian yang sampai sekarang sudah berjumlah 7.800.000 orang lebih. Angka yang bagi saya sungguh sangat mengagetkan. Konon ada yang memberitahu kepada saya bahwa ini berarti sebagai seorang pemimpin politik, saya memiliki pengikut keempat terbanyak di dunia. Ini sungguh suatu kehormatan besar.

Saudara-saudara sekalian, sebagaimana pasti kalian sudah mengetahui sudah cukup lama saya menjadi sasaran upaya menghancurkan reputasi saya dan nama baik saya melalui suatu kampanye yang lama, terencana, terpadu. Saya digambarkan sebagai seorang yang ingin menjadi diktator, yang anti demokrasi, pelanggar HAM yang kejam dan sebagainya.

Dan mereka melalui upaya penghancuran nama baik saya dan karakter saya (character assasination) menginginkan bahwa saya tidak bisa menjadi sebuah faktor dalam kehidupan politik Indonesia.

Pertanyaannya adalah kenapa mereka begitu benci dan takut kepada peranan saya dalam politik Indonesia? Apa yang sebenarnya saya perjuangkan?

Sama sekali tidak benar bahwa saya anti demokrasi. Sayalah yang pernah membuktikan diri menegakkan demokrasi dengan tidak melakukan pengambilalihan kekuasaan secara tidak demokratis pada Mei 1998 padahal saya waktu itu mengendalikan 33 batalion tempur Angkatan Darat, dan mungkin waktu itu puluhan batalion lain yang juga masih di bawah pengaruh saya. Kenyataannya, sejarah mencatat saya tunduk pada konstitusi.

Saya sudah terjun di politik lebih 10 tahun. Saya sudah mengunjungi ratusan kabupaten dan hampir semua provinsi sudah saya datangi dalam tahun-tahun ini. Kadang-kadang satu hari saya memberi tiga, empat pidato karena saya dari kecil percaya pada demokrasi.

Keluarga saya turun temurun adalah pejuang-pejuang yang membela negara, bangsa dan rakyat Indonesia. Itu nilai-nilai yang tertanam di benak dan hati sanubari saya. Kepentingan bangsa saya, kepentingan rakyat saya di atas kepentingan keluarga atau pribadi.

Itu yang telah saya jalankan, dan mungkin karena itulah kesetiaan ribuan anak buah saya selama puluhan tahun terus bertahan. Kalau saya digambarkan sebagai pribadi yang kejam, saya rasa tidak mungkin ada prajurit yang setia kepada saya selama puluhan tahun. Tanyalah kepada mereka, setelah 16 tahun, 18 tahun pensiun, mereka sekarang bangkit ada dimana-mana, di kabupaten-kabupaten, merekalah sekarang salah satu ujung tombak kampanye pemenangan saya.

Saudara-saudara sekalian, saya bersyukur dan merasa terharu serta sangat terhormat dengan diberi kepercayaan oleh sebuah koalisi partai-partai besar dan bersejarah di Indonesia yaitu Koalisi Merah Putih (Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang dan sekarang ditambah dukungan resmi dari Partai Demokrat). Kalau dari segi jumlah kursi di DPR RI yang baru terpilih tahun 2014 ini, berarti koalisi kami sekarang ini menguasai hampir 2/3 kekuatan di DPR RI.

Dengan saya menjadi calon daripada koalisi yang kuat ini, sungguh menjadi sebuah amanah yang saya emban dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan penuh tekad untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara dan rakyat saya.

Apa yang kita perjuangkan?

Yang kita perjuangkan adalah Indonesia yang benar-benar berdaulat, Indonesia yang benar-benar mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Indonesia yang bisa melindungi segenap warga negaranya dan tanah tumpah darahnya. Indonesia yang bisa memberi makan dan kehidupan yang layak bagi seluruh warga negaranya. Indonesia yang tidak dieksploitasi oleh bangsa lain. Indonesia yang damai, yang rukun, yang aman, yang adil, dan yang sejahtera.

Itu yang kita perjuangkan. Apakah itu salah? Kenapa ada yang takut dengan Indonesia yang berdaulat, yang berdiri di atas kaki sendiri? Indonesia yang dihormati dan punya martabat? Kenapa Indonesia tidak boleh bermartabat? Kenapa Indonesia rakyatnya tidak boleh sejahtera?

Para sahabatku sekalian, mungkin itulah sebabnya walaupun ada kekuatan-kekuatan yang besar yang ingin menghancurkan saya, terutama nama baik saya, tetapi ternyata rakyat Indonesia memiliki firasat tersendiri. Rakyat Indonesia bisa mengerti bahwa saya hanya salah seorang yang ingin membela kepentingan bangsa Indonesia dan kepentingan rakyat Indonesia. Dan karena itu kekuatan kita terus bertambah dan menguat.

Nyatanya sekarang para sahabatku di halaman Facebook ini sudah hampir delapan juta. Angka yang cukup mengagetkan untuk saya. Pernyataan dukungan yang cukup menjadi sebuah fenomena.

Juga ternyata sampai dengan hari ini, 16 lembaga survei telah menyampaikan hasil temuan mereka bahwa Koalisi Merah Putih, terutama Prabowo-Hatta sekarang sudah unggul cukup signifikan di atas pasangan yang lain. Tentunya tidak sedikit ini adalah hasil kerja keras para pendukung saya dan Koalisi Merah Putih, para relawan Prabowo-Hatta, para kader-kader partai mitra Koalisi Merah Putih, juga diantaranya peranan saudara-saudara sekalian, sahabat-sahabatku saya yakin tidak sedikit.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan anda dan saya mohon kita semua tidak lengah di saat-saat terakhir menjelang pencoblosan. Janganlah kita euforia, janganlah kita bertindak santai atau malas-malasan. Datanglah berbondong-bondong ke TPS. Gunakan hak suara anda. Ini kesempatan emas bagi bangsa Indonesia.

Marilah kita bangun sebuah pemerintahan yang bersih, yang kuat, yang akan mampu membawa Indonesia ke cita-cita kita: Kemerdekaan sejati, harga diri sejati, martabat sejati, kemakmuran sejati.

Marilah kita mewujudkan cita-cita nenek moyang kita. Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto rahardjo. Indonesia yang berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lain. Indonesia dimana wong cilik iso gumuyu. Indonesia dimana ibu-ibu senyum setiap pagi melihat anak-anak mereka yang sehat, yang tertawa dan berangkat ke sekolah dengan langkah penuh semangat. Penuh optimisme menghadapi masa depan.

Indonesia dimana setiap laki-laki, setiap malam tidur tenang karena merasa aman untuk hari-hari, minggu-minggu bahkan bulan dan tahun-tahun kedepan.

Khusus untuk saudara-saudaraku pada sahabat yang ada di halaman ini, saya minta di jam-jam terakhir ini saudara bergerak untuk menghubungi saudara-saudaramu, kawan-kawanmu dan sahabat-sahabatmu.

Saya kira kekuatan kita besok di TPS akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi Republik Indonesia. Katakanlah saudara bisa mempengaruhi 10 orang saja dalam jam-jam terakhir ini, berarti besok saudara bisa menambah lebih daripada 70 juta suara. Ingat: Setiap suara menentukan.

Terima kasih sekali lagi, sahabat-sahabatku dimanapun engkau berada. Marilah kita berbuat yang terbaik untuk bangsa kita. Saya mohon bantuanmu untuk Indonesia yang kita cintai.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?

Salam hormat saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Merdeka!

Sahabatmu,

Prabowo Subianto


(sumber: http://tinyurl.com/Surat8Juli)

PKS Pelalawan bagi-bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 07 Juli 2014 | Senin, Juli 07, 2014

Permalink gambar yang terpasang

PKS Pelalawan | Jum'at (04/07) kemarin ratusan kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Pelalawan, turun ke jalan melakukan aksi simpatik Ramadhan. Para kader ikhwan dan akhwat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Pelalawan tersebut sangat antusias berbaur, berbagi dan melayani warga. Sebagian berbaris di pinggir jalan membagi Ta'jil berbuka puasa bagi warga yang melintas di pinggir jalan dan sebagian diantaranya masuk ke kerumunan massa yang sore itu masih berjubel di pasar rakyat. Sementara sebagian yang lain terlihat sibuk melakukan sosialisasi dengan membagikan pin capres-cawapres nomor urut 1 Prabowo Hatta.

Aksi simpatik ini langsung mendapat respon positif dari warga yang berada dan melintas di lokasi aksi. Tidak sedikit yang turun dari kendaraan hanya untuk mendapatkan pin Garuda Merah sebagai simbol untuk pemenangan pasangan Capres Prabowo- Hatta dalam Pilpres 9 Juli Nanti. 

Ketua PKS Pelalawan Tengku Kespandiar mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan juga menunjukkan sikap dukungan penuh keluarga besar PKS Pelalawan bagi pasangan Prabowo-Hatta untuk menang Pilpres 9 Juli nanti. 

Kegiatan dipusatkan di beberapa titik keramaian di Kota Pangkalan Kerinci, yaitu di Jl. Lintas Timur dan di Jl. Akasi. Kegiatan yang dimulai dari Pukul. 17.00 Wib ini diakhiri sampai menjelang waktu Ifthar. Selamat berbuka PKS Pelalawan! Indahnya berbagi. [fath]

Permalink gambar yang terpasang


Gubernur Jabar : Bung Anies Baswedan, Mari Kita Buktikan Siapa yang Berbuat Fitnah

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 02 Juli 2014 | Rabu, Juli 02, 2014



PKS Pelalawan | Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak Anis Baswedan membuktikan fitnah yang ditujukan kepada dirinya.

Melalui akun twitternya, Senin (30/6) Heryawan menyapa Anis Baswedan, yang juga Tim Sukses Jokowi-JK dengan menulis: "Apa kabar Bung @aniesbaswedan. Mari kita buktikan siapa yg berbuat fitnah."
  
Menurut Heryawan, tudingan seperti itu selalu muncul menjelang pemilu. Waktu Pilgub lalu juga muncul tudingan serupa. Namun semuanya tidak terbukti.


Demikian juga halnya terkait dengan tudingan dirinya mengerahkan kepala desa untuk memenangkan Prabowo-Hatta. Jika yang dimaksud pengerahan itu adalah pertemuannya dengan ratusan kepala desa di Majalengka pekan lalu, Heryawan mempersilakan pihak yang menuding untuk menanyakan lansung kepada Bupati Majalengka.

“Kalau pengerahan kepala desa, tanya Bupati Majalengka, Kepala desa diundang bupati, yang kader PDIP!,” kata Heryawan tenang.    

Sebelumnya Anies Baswedan menuding Heryawan menyalahgunakan APBD untuk kepentingan pemenangan Prabowo-Hatta. Anies mendasarkan tudingannya dari laporan TB Hasanuddin,  politikus PDIP, yang juga bagian dari tim sukses Jokowi-JK. [tajuk/mh/islamedia]

Indahnya Nuzul Quran tanpa Nuzul Listrik

Written By PKS PELALAWAN on Jumat, 20 Juni 2014 | Jumat, Juni 20, 2014


Imam Ar-Raghib Al-Asfahani dalam kitabnya Al-Mufradaat, menyebut kata Nuzul mempunyai arti: Al-Inhidar min ‘Uluwwin Ila Safalin (meluncur dari atas ke bawah, atau berarti turun). Maka Bulan Nuzul Quran bermakna bulan diturunkannya Alquran, yakni Ramadhan. Jika kata Nuzul disandingkan dengan Listrik, maka ia akan menjadi  sebuah frasa  yg secara  harfiah dalam  terminology kelistrikan, bermakna black out, turun atau hilangnya tegangan listrik sebagai akibat terjadinya gangguan listrik atau beban daya listrik yang berlebih dari daya listrik yang tersedia. Akibatnya, pemadaman bergiliranpun terjadi, atau populer dengan istilah byar pet.

Masyarakat Riau, khususnya masyarakat Pelalawan tentu sangat menantikan seluruh wilayah perkotaan maupun  perdesaan dapat dialiri listrik, sehingga  sebagian  mereka yg telah berpuluh tahun hidup tanpa listrik malam hari,  berkata kepada anak anaknya: gantungkan citacitamu setinggi tiang listrik. Apalagi memasuki Bulan Nuzul quran, atau Bulan suci Ramadhan yang merupakan Bulan yang dinanti oleh ummat Islam diantara bulan bulan lain. Kebutuhan akan energy listrik demikian  fital. Karenanya menjadi sangat ironi sekaligus  mengecewakan manakala listrik hidup mati pada saat ummat Islam giat beribadah, membaca Alqur'an, mendengarkan tausiah jelang sahur dan berbuka, saat ibu rumah tangga menyiapkan makanan berbuka, dan saat saat lain dimana justru terjadi beban puncak di bulan ramadhan melebihi bulan bulan lainnya.

Liberalisasi listrik Dan Pelalawan Terang

Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan yang ditetapkan pada tanggal 23 September 2009 yang dimaksudkan untuk menggantikan UU Nomor 15 Tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan  dan UU No. 20 thn 2000 yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi, sejatinya ditujukan untuk mempercepat elektrifikasi listrik seluruh wilayah Indonesia yang setelah 69 tahun merdeka, belum mencapai 80 persen mendapatkan penerangan. Bahkan pemerintah daerah kabupaten Pelalawan menerbitkan Perda No 04 tahun 2004 tentang Pengelolaan Ketenagalistrikan untuk mempercepat elektrifikasi listrik di Kabupaten Pelalawan. Dengan diberlakukannya undang undang dan perda ketenagalistrikan tersebut, maka diharapkan program Pelalawan Terang dapat memenuhi 100 persen  wilayah kabupaten Pelalawan, meski diskursus perdebatan terhadap proses unbundling vertical dan horizontal yg tertuang dalam undang undang dan perda kelistrikan tersebut yang ditengarai sebagai liberalisasi ketenagalistrikan itu, tak kunjung berakhir.

Hari hari terakhir ini caci maki masyarakat Pelalawan tumpah ruah kepada PLN, sebagai institusi yang bertangung jawab dalam hal pengelolaan ketenagalistrikan ini. Bahkan saling tuding antar instansi semakin memperkeruh upaya pencarian  solusi terhadap masalah ini. Saya tidak dapat membayangkan jika caci maki itu tumpah di Bulan Nuzul Quran, Bulan suci Ramadhan, Bulan yang seharusnya menjadi sarana latihan pengontrolan emosi dan pendidikan jiwa, yang  akan hadir beberapa hari kedepan.

Pelalawan, dengan hadirnya langgam power, mempercepat elektrifikasi listrik kabupaten Pelalawan yang selama ini hanya mendapatkan sumber tenaga listrik dari Riau Power Energy, sebagai anak perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper. Namun kehadiran Langgam Power yang saat ini memiliki 5 mesin PLTMG dengan kapasitas masing masing 3,3 MW, belum mampu menjawab Kebutuhan listrik yg terus  melonjak.

Kita tentu berharap pemerintah daerah bersama PLN mampu menjawab persoalan ini, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Namun kesabaran dan kebijaksanaan masyarakat tetaplah harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan, khususnya dalam menyambut dan melaksanakan ibadah Ramadhan ini.

Karena itu, sembari berharap tidak terjadi byar pet khususnya dalam bulan suci Ramadhan alias bulan Nuzul Quran , beberapa point pemikiran sederhana ini semoga menjadi salah satu bentuk  dukungan kepada pemerintah daerah kabupaten Pelalawan dalam upaya  penyelesaian persoalan ini:

1. Bupati Pelalawan diharapkan  mengumpulkan seluruh stakeholder yang terkait dengan ketenagalistrikan ini yakni PLN, Langgam Power bersama PT Navigate nya, PT RAPP , Bidang listrik dinas ESDM dan pihak pihak terkait lainnya. Semua pihak meski kembali kepada substansi  dan filosofi UU Ketenagalistrikan dan Perda Kabupaten Pelalawan tentang pengelolaan ketenagalistrikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasal 7 (1) Perda Kab Pelalawan No 04 tahun 2004 menyebutkan bahwa pemanfaatan tenaga listrik diperuntukkan sebesar besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Karna itu asumsi negatif terkait penjualan listrik oleh PLN kepada industri dan daerah Pekanbaru, tentu harus didudukkan dengan kepala dingin. Permasalahan teknis meski dibuka secara transparan dan objektif untuk mendapatkan solusi yang brillian.

2. Penambahan tenaga advanced skill pada Langgam Power sebagai penyuplai sekitar 16 MW kepada distribusi jaringan  PLN. Sebab jika salah satu mesin PLTMG mengalami blackout, berarti akan terjadi pemadaman sejumlah 3,3 MW.  Dengan Penambahan tenaga skill tersebut, setidaknya memastikan bahwa ketika  terjadi blackout salah satu dari 5 PLTMG, maka perbaikan dapat segera dilaksanakan sehingga kebutuhan  supply listrik dapat terjaga khususnya dibulan suci Ramadhan .

3. Sebagai langkah jangka pendek untuk tidak terjadinya byar pet selama bulan suci Ramadhan, penyewaan genset diesel berkapasitas  1 atau 2 MW oleh PLN setidaknya dapat memenuhi dan menutupi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan. Opsi ini tentu saja membutuhkan analisa cost review yang akurat.

4. Penambahan daya dari PT RAPP. Meski  PT RAPP telah mensupply 3MW ke BUMD dan 3 hingga 6MW ke PLN, disinyalir kebutuhan pasokan listrik untuk kota pangkalan  kerinci dan kabupaten Pelalawan masih belum terpenuhi, sebab 16 MW Yang dikelola PLN dari Langgam Power didistribusikan keseluruh kecamatan dikabupaten Pelalawan kecuali  kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti  yang merupakan wilayah perairan. Ini belum lagi terhitung Penambahan untuk pemasangan  baru  pada pelanggan baru  yang belum kunjung jelas solusinya, terjebak didaftar antrian. Namun penambahan daya sejumlah beberapa MW dari PT.RAPP diperkirakan membutuhkan Penambahan trafo dengan investasi yang tidak sedikit. Satu buah travo tersebut dapat bernilai 560.000 euro . Investasi ini tentu perlu didudukkan  secara bersama, siapa pihak yang akan mengambil peran sekaligus mempertimbangkan konsekwensinya.

5. Untuk jangka panjang, perlunya kajian yang mendalam tentang potensi sumber energi terbarukan (renewable) dikabupaten Pelalawan. Migas yang kita miliki merupakan energy yang tak terbarukan (unrenewable) yang akan terus mengalami penurunan produksi. Sedangkan potensi energy terbarukan masih terbentang luas untuk menghasilkan tenaga listrik lewat boiler berbahan bakar  cangkang sawit, biomass, dan lain sebagainya. Jika Hal ini dapat kita kembangkan, bukan tidak mungkin kebutuhan "Pelalawan Terang" elektrifikasi listrik seluruh daerah dikabupaten Pelalawan yang berkisar diantara 35 MW sampai dengan 40 MW benar benar menjadi kenyataan.

Bulan Nuzul Quran, adalah bulan suci Ramadhan yang dirindukan. Semoga kehadiran bulan Nuzul Quran tidak dibarengi dengan Nuzul listrik. Agar indahnya bulan suci Ramadhan dapat kita rasakan. Dan tentu saja  masyarakat kecil yang menjerit akan kesulitan listrik ini berharap kedepan target Pelalawan Terang benar benar menerangi hati dan sanubari mereka. Agar tidak ada lagi untaian lagu yang diplesetkan: "hidup tanpa listrik, bagai makan tanpa garam". Benarkah? Allahu a'lam bisshowab...

Tuntutan Sejarah dan Blok Kampar

H. Abdullah
Pengurus GNPK  Prov Riau
Anggota Terpilih DPRD Kab Pelalawan 2014-2019 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 

Kerusuhan Mei 98 : Kalau tidak ada Prabowo, Jakarta bisa hancur

Written By PKS PELALAWAN on Kamis, 19 Juni 2014 | Kamis, Juni 19, 2014



PKS Pelalawan | Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen akhirnya angkat bicara terkait foto-foto kekerasan yang diperlihatkannya di tengah dialog terbuka dengan tim pemenangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia, Rabu 18 Juni 2014.

"Ini adalah foto-foto kekerasan yang terjadi pada waktu kerusuhan Mei 98," kata Kivlan sambil memperlihatkan foto-foto kekerasan.

Kivlan mengatakan, foto-foto yang diperlihatkannya di depan mahasiswa merupakan salah satu bukti untuk mengungkap siapa yang paling bertanggung jawab pada kerusuhan Mei 1998 silam.

"Tak usah saya sebut orangnya, kerusuhan ini sudah direncanakan dan mereka menggelar rapatnya di Senayan. Kalau saya buka ini adalah aib bangsa," beber Kivlan.

Lebih lanjut, Kivlan menegaskan, kasus kekerasan kerusuhan Mei 98 itu tidak ada kaitannya dengan Prabowo Subianto, yang saat itu menjabat Panglima Kostrad. Prabowo, kata dia, tidak pernah meninggalkan Jakarta.

"Kalau dia pergi, maka habislah Jakarta. Saya bicara ini, karena saya ada bersama dia," ujarnya.

Menurutnya, kerusuhan dan kekerasan Mei 98 sengaja direncanakan dengan menggelar rapat dan dikontrol dari Bogor.

"Jadi jelas, Pak Prabowo hanya terkena fitnah. Kalian bisa lihatkan di foto ini, orang-orangnya ada dan ada spanduk merah, jelas disitu bertuliskan Komite Pendukung Megawati," ungkap Kivlan.

"Kalau mau blak-blakan ayo di pengadilan. Biar kita buka semua. Kasihan Pak Prabowo difitnah terus. Kalau tidak ada Prabowo, Jakarta bisa hancur berbulan-bulan seperti yang terjadi di Mesir dan negara lain," tambahnya
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger