Latest Post

Masyarakat Langkan Perkarakan PT PSJ di Pengadilan Terkait Masalah tanah

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 01 September 2014 | Senin, September 01, 2014

PKS Pelalawan | Abdullah kader partai PKS anggota DPRD Pelalawan terpilih yang baru saja dilantik,
Jum,at (29/8) pada Hari kedua kerjanya, blusukan ke Desa Langkan Kecamatan Langgam temui perangkat desa dan KUD langkan. Kepada detakriau.com ia berujar inilah salah satu pekerjaan rumah legislatif nantinya kedepan yang harus segera dibenahi dan selesaikan bersama-sama dengan pihak pemerintah daerah tentunya. Dari sekian banyak kasus pertanahan antara masyarakat dan koorporat salah satunya adalah Masalah sengketa lahan warga desa langkan dengan PT.PSJ atas 487 KK seluas seribu hektar lebih.

Ia juga sampaikan bahwa perkembangan kasus ini sudah sampai pada Putusan sidang PN pelalawan yang akan dibacakan pada hari senin depan tgl 1 september 2014.

"Ya, mereka Warga desa langkan menyampaikan bahwa pada jadwal tersebut akan beramai ramai mendatangi PN Pelalawan pada senin paginya.

"Salah seorang anggota  Koperasi Rukun Makmur desa langkan, H Yassin mengatakan berharap sertifikat tanah warga yang seluruhnya sudah melunasi hutang kebunnya 
agar dapat dikembalikan, karna itulah harta kami yang dapat kami usahakan dan pertahankan bertahun tahun, tegasnya.

"Ya, Selaku anggota DPRD Pelalawan yang baru saja dilantik beberapa hari, saya berharap hukum berpihak ke masyarakat yang telah dirampas hak haknya, Ujar abdullah.

Setelah khutbah jum,at di mesjid Albarokah desa Langkan, mendengarkan aspirasi mayarakat, masyarakat mengungkapkan pertama, bahwa permasalahan lahan masyarakat tersebut dikatakan sudah beberapa kali disidangkan, dan senin 01/09/2014 adalah sidang yang kesekian kalinya.

Kedua, bahwa masyarakat terus berjuang dan memperjuangkan hak-haknya yang diperbuat
oleh oknum/koorporasi PT.PSJ, dimana 487 KK sudah lunaskan hutang kebunnya, tapi sertifikat tanah tidak mau dikembalikan perusahaan, tutupnya [detakriau]

Anggota DPRD dari PKS Besuk Pasien DBD di RSUD Selasih

PKS Pelalawan | Baru saja dilantik menjadi anggota dewan defenitif. Abdullah anggota DPRD dari partai PKS langsung melakukan aksi nyata terhadap masyarakat. Sabtu pagi (30/8/14) dia melihat kondisi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Selasih.

Hal yang mendorong Abdullah melakukan ini menyusul berjatuhan korban DBD di Kabupaten Pelalawan. "Berdasarkan informasi dari pihak RSUD, kasus DBD akhir-akhir ini sungguh mengkhawatirkan sekali. Agar korban tidak berjatuhan makanya semua pihak terkait harus ekstra hati-hati dan melakukan antisipasi," terang Abdullah.

Dikatakan Abdullah, sepanjang 2014 ini sudah terjadi 51 kasus DBD yang ditangani oleh pihak RSUD Selasih. Barangkali, kasus tersebut belum tercatat di RS lainnya.

Kasus terbaru berdasarkan informasi pihak RSUD sebut Abdullan, tertinggi di bulan Mei sebanyak 12 kasus dan kedua Agustus ini sebanyak 10 kasus. Pasien DBD tersebut tersebar dan hampir seluruh kecamatan di kabupaten Pelalawan.

"Menurut hemat saya perlunya koordinasi dengan antar instansi seperti Diskes, RSUD, dan Camat agar kesadaran lingkungan dapat ditingkatkan kepada warga dalam komando RT RW dilingkungan," tukasnya.

Dia juga menyebutkan bahwasanya, fogging bukanlah solusi untuk DBD ini. "Barangkali program Jumat sehat misalnya diterapkan kepada seluruh RT agar sekali seminggu dilakukan gotong royong pembersihan lingkungan," tandasnya. [riauterkini]

Baru Selesai Dilantik, Anggota Dewan PKS Ini Langsung Menemui Dan Mendengarkan Aspirasi

Foto: Hari pertama dilantik lansung orasi pak seksen untuk mnejemput aspirasi

PKS Pelalawan | Seusai Pelantikan H. Abdullah Anggota DPRD Pelalawan 2014-2019 yang baru saja dilantik langsung menemui dan mendengarkan aspirasi dari kawan-kawan Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelalawan Indonesia (IKMPI)

Para mahasiswa ini menginginkan agar anggota dewan yang baru dilantik jangan mengulangi kembali kesalahan yang dilakukan oleh anggota dewan yang lama, dalam membuat kebijakan-kebijakan yang tak pro rakyat.

Pihak dari IKMPI meminta agar anggota DPRD Pelalawan untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi, menindaklanjuti permasalahan yang terjadi pada program Pemkab Pelalawan, bersedia menjaga amanah yang diberikan masyarakat daerah ini, memperjuangkan dana pendidikan sebanyak 20 persen dari total APBD Kabupaten Pelalawan dan benar-benar memperhatikan ekonomi masyarakat Kabupaten Pelalawan agar cita-cita NKRI bisa terwujud. [fath]

Ketua DPRD Pelalawan Belum Tentu Pemenang Pemilu

Written By PKS PELALAWAN on Jumat, 08 Agustus 2014 | Jumat, Agustus 08, 2014

PKS Pelalawan | Tanggapan terkait pencalonan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan masa bhakti 2014-2019 dari DPD II Golkar Pelalawan mulai ramai. Salah satunya datang dari Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Pelalawan, H Abdullah.

Menurut Abdullah, kursi ketua DPRD tidak lagi menjadi jatah bagi partai pemenang Pemilu. Merujuk pada Undang-undang MPR, DPR, DPD, DPRD (UUMD3) hasil revisi yang sudah disahkan. Dalam bleid itu disebutkan, ketua DPRD  tidak otomatis pemenang pemilu. Tetapi lewat pemilihan di DPRD.
"Kita siap mendukung ketua DPRD yang punya kapasitas dan integritas untuk membangun Pelalawan," ujar Abdullah.
Dukungan itu, lanjut Abdullah, diberikan kepada calon ketua DPRD partai manapun. Termasuk jika itu salah satunya dari partai pemenang pemilu. [tribunnews] 

Sekjen PKS : Sesuai UUMD3, Ketua DPRD Pelalawan Belum Tentu dari Golkar
H. Abdullah Sekjen PKS Pelalawan

Ramadhan sebagai Pendidikan Politik

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 21 Juli 2014 | Senin, Juli 21, 2014


Oleh H. Abdullah *)

                Sudah habis teori di gudang. Demikian ungkapan salah seorang Professor menjawab pertanyaan mahasiswanya tentang teori apa lagi yang bisa digunakan untuk membawa bangsa ini keluar dari krisis (Kompas, 11 Oktober 2005). Statement itu begitu menggelitik, sebab  kenyataannya Pemilu demi pemilu,  Bangsa kita cenderung gagal dalam melakukan internalisasi nilai-nilai luhur yang berasal dari Tuhan, termasuk menginternalisasi teori teori dan konsep  menjadi perilaku keseharian politikus, pejabat publik maupun  masyarakat.

            Machiavellis, seorang filsuf dan politikus Itali yang terkenal dizamannya dan banyak menjadi rujukan politikus, bahkan pernah membuat slogan, “Kiranya dapat diterima akal bila demi tuntutan profesionalnya, seorang serdadu harus membunuh dan seorang politikus harus menipu” (It is thought that by the necessities of his profession a soldier must kill and politicion lie).  Senada dengan Machiavellis dalam buku Who gets What, When and How,  Laswell menegaskan bahwa “Politik adalah masalah siapa, mendapat apa, kapan dan bagaimana.” Sesederhana itukah?

            TidakIslam sejatinya sangat jauh dari itu.  Politik dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyâsah, artinya: mengurusi urusan, melarang, memerintah (Kamus al-Muhîth). Jadi, politik artinya adalah mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam dunia politik berarti memperhatikan kondisi masyarakat dengan cara menghilangkan kezaliman penguasa dan melenyapkan kejahatannya atas mereka. Politik didalam  Islam berarti mengurusi urusan masyarakat melalui kekuasaan, melarang dan memerintah, dengan landasan hukum sesuai dengan tuntunan Tuhan.

Pendidikan Politik.

            Puasa bersifat pribadi, dalam artian khusus diwajibkan kepada seseorang yang beriman (Albaqarah:183). Namun asumsi bahwa puasa tidak ada kaitannya dengan tanggung jawab moral pejabat public (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) tentu saja tidak berdasar. Sebab makna puasa tidak hanya menahan lapar, dahaga, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari. Hikmah terbesar orang berpuasa adalah bagaimana manusia memiliki rasa kebersamaan dalam masyarakat dan menghasilkan cinta kasih antar sesama tanpa memandang latar belakang suku, dan agama. Ini adalah pendidikan politik. Pendidikan tentang melayani dan mengurusi masyarakat. Hikmah tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:

            Pertama, merasakan lapar dan haus memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan penduduk miskin atau kaum duafa di negeri ini.  Ramadhan kemudian juga melatih kita, dengan berpuasa, untuk menyadari bahwa Allah itu bukan hanya zat Yang Maha Ada (in manent), tapi Juga Yang Maha Hadir (omni present). Karna adanya kesadaran itulah kemudian kita mampu bertahan untuk tidak berbuka hingga pada waktunya, meskipun kita dalam kesendirian. Inilah nilai dan pendidikan politik yang harus ditransfer ke bulan bulan setelah Ramadhan. Bahwa Allah maha hadir, maha melihat apa yang kita lakukan. Kita mungkin mampu bersembunyi dari orang lain, atau dari KPK sekalipun. Tapi kita tak kuasa  bersembunyi dari Allah SWT. Karnanya diayat yang lain, Dia berkata: “Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiadalah pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. QS Almujaadilah (58:7).

            Kedua, puasa juga mendidik kita untuk menjauhkan diri dari sikap materialisme dan kepentingan keduniawian. Kita hindari kenikmatan duniawi, meski terhidang didepan mata. Asy Syahid Sayyid Quthb dalam mukadimah tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengkritisi peradaban kapitalis dengan pandangan bahwa peradaban materialis tersebut tegak berdiri seperti burung yang mengepakkan satu sayapnya yang perkasa, sedangkan sayapnya yang lain lemah lunglai.  Kapitalis  sukses mencapai kemajuan dalam bidang penemuan materi  tetapi gagal di bidang nilai-nilai kemanusian.  Peradaban berbasis idiologi kapitalis itu telah melahirkan kecemasan, kebingungan, berbagai penyakit jiwa dan saraf.  Persis sebagaimana filsuf  barat,  Sartre mengatakan “ bahwa jiwa ini terpenjara dari kungkungan kepentingan fisik kita”.  Sedangkan Ramadhan, menuntun fisik yang kita miliki, jauh dari kepentingan keduniawian. Jauh dari kepentingan sekularisme dan materialisme. Jauh dari nafsu syahwat akan harta, jabatan dan hedonisme.

            Ketiga, puasa melatih kepekaan bathin terhadap  tanggung jawab.  Kita yakinkan diri untuk memulai dan menyelesaikan puasa dengan penuh rasa disiplin dan tanggung jawab. Kalau seorang pejabat public sebagai pemegang amanah rakyat bertindak ceroboh, vulgar, suka menggergaji uang rakyat, tidak peduli kepada nasib dan penderitaan orang yang lemah dan tertindas, memperkaya diri sendiri dengan prosedur salah, maka berarti tanggung jawabnya sangat lemah. Tanggung jawab pribadi pemimpin seperti itu, membawa akibat pada tanggung jawab sosial, karena setiap perbuatan pribadi yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah adalah sekaligus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan sesama manusia. Ini artinya, prinsip pertanggungjawaban pada mayarakat dan Tuhan menjadi bersifat urgen bagi terciptanya pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih.
Sebuah Realita.

            Kita patut bangga dan bersyukur mengetahui  prestasi pertumbuhan ekonomi pada tahun tahun terakhir, meskipun pertarungan politik Pilpres dibulan Ramadhan ini sedikit mengguncangkan stabilitas ekonomi nasional.  Kita patut bangga karna kebangkitan dalam aspek ekonomi ini semakin menunjukkan kedaulatan kita sebagai bangsa. Namun demikian tak dapat kita pungkiri bahwa bangsa ini masih menyisakan permasalahan rumit yang bernama kemiskinan. Untuk Riau saja, Data BPS menunjukkan Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Riau pada September 2013 sebesar 522,53 ribu jiwa (8,42 persen). Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 yang berjumlah 481,31 ribu jiwa (8,05 persen), maka jumlah penduduk miskin di Riau mengalami kenaikan sebanyak 41,22 ribu jiwa. Artinya  terjadi kenaikan persentase penduduk miskin dari 8,05 persen pada September 2012 menjadi 8,42 persen pada bulan September 2013. Terjadi kenaikan sebesar 0,37 persen. Dan selama periode tersebut, distribusi pertambahan penduduk miskin di daerah perdesaan diperkirakan bertambah 34,92 ribu jiwa, sementara di daerah perkotaan diperkirakan bertambah 6,3 ribu jiwa.

            Data kemiskinan itu kontras dengan data kasus korupsi yang menghiasi media masssa dan elektonik kita sehari hari. Berdasarkan data KPK tahun 2012, menyebutkan bahwa Provinsi Riau masuk peringkat 7 besar provinsi yang banyak dilaporkan dalam kasus korupsi oleh masyarakat. Hingga akhir tahun 2012, sebanyak 1.787 laporan dugaan korupsi yang terjadi di Provinsi Riau dilaporkan ke KPK. Total laporan masyarakat yang masuk ke KPK (2004-2012) 57.964 laporan. Dan mengacu kepada analisa FITRA, Korupsi APBD yang ditangani oleh Polisi Daerah Riau dan Kejaksaan Riau di Tahun 2013, tercatat total 39 kasus korupsi: Pemprov Riau (19 kasus), Siak (6 kasus), Kampar (9 kasus), Kuansing (2 kasus), Dumai (3 kasus), Rohul (3 kasus), Bengkalis (5 kasus), Rohil (3 kasus) Inhil, (5 kasus), Inhu (4 kasus), Pelalawan (4 kasus), Meranti (1 kasus) dan Pekanbaru (2 kasus). Artinya korupsi terjadi di 12 pemerintahan kabupaten/kota dan propinsi.

Data diatas setidaknya menunjukkan kepada kita, bahwa kita masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar, ditengah ancaman krisis global dunia yang setiap saat mengancam stabilitas politik dan ekonomi Indonesia termasuk provinsi Riau. Dan Ramadhan telah hadir kembali ditengah kita, sebagai pendidikan politik untuk mengurusi masyarakat agar idealitas dengan realitas itu semakin dekat.

            Mudah-mudahan Ramadhan 1435 H membawa angin perubahan dalam prilaku pejabat public dan juga masyarakat.  Para pedagang tidak lagi bertindak curang dengan mengurangi timbangan.  Anak anak patuh pada orangtuanya. Para pejabat dan birokrat mulai menghindarkan diri dari kejahatan korupsi.  Para pegawai swasta mengedepankan kejujuran dalam melaksanakan perkerjaannya.  Para pengusaha tidak lagi serakah dalam mengambil profit atau keuntungan dan mulai memberikan perhatian besar pada kesejahteraan karyawannya. Alangkah indahnya Pendidikan politik Ramadhan.  Alangkah indahnya dunia tanpa keserakahan.  Selamat Idulfitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Tuntutan Sejarah dan Blok Kampar


*Pengurus Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Provinsi Riau

*Anggota Terpilih DPRD Kab Pelalawan, dari PKS

Prabowo : Kita Harus Menahan Diri Hingga Pengumuman Real Count‏ KPU

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 16 Juli 2014 | Rabu, Juli 16, 2014

PKS Pelalawan | Capres Prabowo Subianto bertekad akan terus menjaga keutuhan bangsa setelah Pilpres 9 Juli lalu. Pasalnya sesusai ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut kondisi politik Indonesia semakin memanas. “Saya berkomitmen menjaga keutuhan bangsa terutama dalam menunggu tanggal 22 Juli saat plenno KPU mengesahkan siapa pemenang dalam pemilihan presiden,”ungkapnya di Jakarta, Selasa, (15/7).
Ia pun berujar akan terus menahan diri untuk tidak terpancing mengikuti kehendak lawan yang selalu menyerangnya.”Kami terus bertahan dan tidak melakukan serangan apapun walu berat. Kami harus menahan saat rumah Ketua PKS dibakar, saksi kami diintimidasi, surat suara dicuri. Kami bersabar,” jelasnya.
Menurut Prabowo, pergantian pemimpin dalam sebuah negara merupakan hal yang lumrah dan biasa. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak mampu menahan diri dari tindakan yang tidak terpuji. “Pergantian pemimpin itu biasa. Kita buat indah. Jangan seperti negara lain yang penuh keresahan. Kita harap selalu ada kebaikan di setiap pergantian pemimpin,” katanya.(pks.or.id)

Prabowo - Hatta Diambang Kemenangan

Kemenangan Prabowo-Hatta Sudah di Depan Mata


PKS PELALAWAN | Pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilihan umum presiden 9 Juli lalu, sudah berjalan hingga rilis real count versi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada  22 Juli 2014.
 
Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pun digadang-gadang memenangkan Pilpres 2014. Keyakinan itu dikemukakan jubir tim sukses pasangan Prabowo-Hatta, Marwah Daud Ibrahim dan Musfihin Dahlan.
 
Keduanya yakin berdasarkan data dari Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo-Hatta, hingga Selasa ini, suara yang dihitung berdasarkan data dari tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah mencapai 99.97 persen, memperlihatkan pasangan nomor urut satu itu unggul dengan perolehan 53,52 persen suara. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, 46,48 persen suara.
 
“Yang perlu kita lakukan saat ini adalah mengawal suara agar tidak hilang atau dicuri, dan meyakinkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kepercayaan rakyat pada Prabowo-Hatta, telah ditunaikan melalui pencoblosan 9 Juli lalu. Karena itu, semua elemen masyarakat harus menjaga amanah tersebut hingga pengumuman KPU 22 Juli nanti,” kata Marwah, Selasa (15/7/2014).
 
Marwah mengatakan, tabulasi nasional tim sukses Prabowo-Hatta dilakukan berdasarkan data yang sangat valid yang dikumpulkan relawan. "Data kita adalah formulir C1, jadi bukan klaim atau spekulasi," tegasnua.
 
Pimpinan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ini juga menyinggung kecurangan yang dilakukan pihak lain yang merugikan pasangan Prabowo-Hatta, terutama di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
 
“Jika saja kita tidak dicurangi, mungkin persentase kemenangan pasangan Prabowo Hatta lebih tinggi lagi,” terangnya.
 
Sementara, Musfihin menambahkan,  Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo-Hatta memperoleh data akurat soal perolehan suara ini. Sebab, data dari TPS itu dikumpulkan oleh relawan yang memang sudah disebar dan dengan diperkuat saksi-saksi dari unsur Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini dikenal sangat teliti, rapi, dan akurat.
 
“Jadi, data yang peroleh sangat akurat dan kita bisa menyimpulkan bahwa pasangan Prabowo Hatta, berdasarkan perhitungan kita di   Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo Hatta, telah memenangkan pilpres 2014. Kita tinggal menunggu pengumuman resmi oleh KPU pada 22 Juli nanti,” kata Musfihin.
 
Wakil Sekjen Partai Golkar ini menegaskan, semua pihak harus menerima kenyataan dan legowo jika dikalahkan Prabowo-Hatta. “Jadi, opini yang sudah telanjur menggiring bahwa pemenang pilpres adalah pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, harus menerima kenyataan bahwa itu hanyalah prediksi berdasarkan sampling," paparnya.
 
Kendati demikian, dia mengimbau kepada Joko Widodo dan jusuf Kalla untuk berjiwa besar dan menunjukkan sikap kenegarawanannya apabila keputusan KPU 22 Juli nanti sama dengan hasil Pusat Tabulasi Nasional Pasangan Prabowo-Hatta. [okezone]

Real Count Koalisi Merah Putih Sudah 97%

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 14 Juli 2014 | Senin, Juli 14, 2014



PKS Pelalawan | Penghitungan suara manual yang dilakukan koalisi merah putih sudah hampir selesai. Hasil sementara, pasangan Prabowo-Subianto masih unggul dibanding Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Masih sama ya, berada di posisi 52 persen. Tapi belum semua data masuk,” kata Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, kepadaOkezone, Senin (14/6/2014).

Namun demikian, Fadli mengatakan, hari ini hampir seluruh data dari tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) masuk. “Hasil perhitungan keseluruhan data akan diumumkan besok,” ujarnya.

Sementara informasi yang diperoleh dari tim koalisi merah putih, data suara yang masuk hingga hari ini sudah mencapai 97 persen. Pasangan Prabowo-Hatta mendapat 53,42 persen dan Jokowi-JK 46,48 persen.

Kemarin siang, sampai pukul 13.15 WIB, jumlah suara masuk mencapai 89.003.974. Prabowo memperoleh 45.871.756. (51,54 persen) dan nomor urut 2, 43.132.218. (48,46 persen).[dm/okezone] 

Ketua KPU Sudah Mempublikasikan Scan C1 Agar Masyarakat Tahu Hasilnya



PKS Pelalawan | Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung mengunggah dokumen rekapitulasi pemungutan suara di tingkat TPS (tempat pemungutan suara) atau form C1.

"Jadi prinsip dasar kenapa KPU upload duplikasi dokumen resmi di tingkat TPS, gunanya adalah bahwa masyarakat secepatnya mengetahui apa yang terjadi di tempat pemungutan suara," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik, Minggu (13/7/2014).

Adanya beberapa form C1 yang terlihat janggal di website milik KPU, www.kpu.go.id, KPU meminta agar publik berpartisipasi aktif mengkritisi hal tersebut.

KPU pun menyebut pengunggahan form C1 ke website dalam rangka prinsip akuntabilitas dan integritas.

"Kami kan ingin ada koreksi dari bawah. Kalau kami mau, ya kami tetapkan saja itu langsung hasilnya tanpa memberitahu bagaimana proses rekapnya dari awal," tandasnya. [yeh/inilah]

*NB: Untuk mengetahui data C1 di KPU, klik web resmi KPU :http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php

Surat Terbuka Prabowo Subianto, 8 Juli 2014

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 08 Juli 2014 | Selasa, Juli 08, 2014


Sahabat sahabatku dimanapun engkau berada,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bagi saudara-saudara sahabat-sahabatku yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, saya ucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa. Semoga dapat ditunaikan dengan sempurna dan amal ibadah anda diterima oleh Allah SWT.

Sahabatku sekalian, kurang lebih delapan belas jam lagi yaitu mulai jam 07.00 besok pagi tanggal 9 Juli 2014, seluruh bangsa kita akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun kedepan, 2014 sampai 2019.

Kita patut bersyukur dan bangga bahwa negara kita adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Kita sadar masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan demokrasi kita. Pasti kita semua ada yang tidak puas terhadap penyelenggaraan demokrasi kita sampai sekarang.

Kitapun menyadari dan mewaspadai ancaman-ancaman terhadap demokrasi berupa upaya membohongi rakyat dan membeli suara secara besar-besaran.

Namun, sebagaimana saya berkali-kali katakan selama ini, saya yakin rakyat Indonesia sudah lebih pintar daripada yang diperkirakan oleh segelintir orang. Dan rakyat Indonesia punya hati nurani dan kesadaran mana yang terbaik untuk masa depan mereka.

Saya ingin ucapkan terima kasih kepada para sahabatku sekalian yang sampai sekarang sudah berjumlah 7.800.000 orang lebih. Angka yang bagi saya sungguh sangat mengagetkan. Konon ada yang memberitahu kepada saya bahwa ini berarti sebagai seorang pemimpin politik, saya memiliki pengikut keempat terbanyak di dunia. Ini sungguh suatu kehormatan besar.

Saudara-saudara sekalian, sebagaimana pasti kalian sudah mengetahui sudah cukup lama saya menjadi sasaran upaya menghancurkan reputasi saya dan nama baik saya melalui suatu kampanye yang lama, terencana, terpadu. Saya digambarkan sebagai seorang yang ingin menjadi diktator, yang anti demokrasi, pelanggar HAM yang kejam dan sebagainya.

Dan mereka melalui upaya penghancuran nama baik saya dan karakter saya (character assasination) menginginkan bahwa saya tidak bisa menjadi sebuah faktor dalam kehidupan politik Indonesia.

Pertanyaannya adalah kenapa mereka begitu benci dan takut kepada peranan saya dalam politik Indonesia? Apa yang sebenarnya saya perjuangkan?

Sama sekali tidak benar bahwa saya anti demokrasi. Sayalah yang pernah membuktikan diri menegakkan demokrasi dengan tidak melakukan pengambilalihan kekuasaan secara tidak demokratis pada Mei 1998 padahal saya waktu itu mengendalikan 33 batalion tempur Angkatan Darat, dan mungkin waktu itu puluhan batalion lain yang juga masih di bawah pengaruh saya. Kenyataannya, sejarah mencatat saya tunduk pada konstitusi.

Saya sudah terjun di politik lebih 10 tahun. Saya sudah mengunjungi ratusan kabupaten dan hampir semua provinsi sudah saya datangi dalam tahun-tahun ini. Kadang-kadang satu hari saya memberi tiga, empat pidato karena saya dari kecil percaya pada demokrasi.

Keluarga saya turun temurun adalah pejuang-pejuang yang membela negara, bangsa dan rakyat Indonesia. Itu nilai-nilai yang tertanam di benak dan hati sanubari saya. Kepentingan bangsa saya, kepentingan rakyat saya di atas kepentingan keluarga atau pribadi.

Itu yang telah saya jalankan, dan mungkin karena itulah kesetiaan ribuan anak buah saya selama puluhan tahun terus bertahan. Kalau saya digambarkan sebagai pribadi yang kejam, saya rasa tidak mungkin ada prajurit yang setia kepada saya selama puluhan tahun. Tanyalah kepada mereka, setelah 16 tahun, 18 tahun pensiun, mereka sekarang bangkit ada dimana-mana, di kabupaten-kabupaten, merekalah sekarang salah satu ujung tombak kampanye pemenangan saya.

Saudara-saudara sekalian, saya bersyukur dan merasa terharu serta sangat terhormat dengan diberi kepercayaan oleh sebuah koalisi partai-partai besar dan bersejarah di Indonesia yaitu Koalisi Merah Putih (Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang dan sekarang ditambah dukungan resmi dari Partai Demokrat). Kalau dari segi jumlah kursi di DPR RI yang baru terpilih tahun 2014 ini, berarti koalisi kami sekarang ini menguasai hampir 2/3 kekuatan di DPR RI.

Dengan saya menjadi calon daripada koalisi yang kuat ini, sungguh menjadi sebuah amanah yang saya emban dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan penuh tekad untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara dan rakyat saya.

Apa yang kita perjuangkan?

Yang kita perjuangkan adalah Indonesia yang benar-benar berdaulat, Indonesia yang benar-benar mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Indonesia yang bisa melindungi segenap warga negaranya dan tanah tumpah darahnya. Indonesia yang bisa memberi makan dan kehidupan yang layak bagi seluruh warga negaranya. Indonesia yang tidak dieksploitasi oleh bangsa lain. Indonesia yang damai, yang rukun, yang aman, yang adil, dan yang sejahtera.

Itu yang kita perjuangkan. Apakah itu salah? Kenapa ada yang takut dengan Indonesia yang berdaulat, yang berdiri di atas kaki sendiri? Indonesia yang dihormati dan punya martabat? Kenapa Indonesia tidak boleh bermartabat? Kenapa Indonesia rakyatnya tidak boleh sejahtera?

Para sahabatku sekalian, mungkin itulah sebabnya walaupun ada kekuatan-kekuatan yang besar yang ingin menghancurkan saya, terutama nama baik saya, tetapi ternyata rakyat Indonesia memiliki firasat tersendiri. Rakyat Indonesia bisa mengerti bahwa saya hanya salah seorang yang ingin membela kepentingan bangsa Indonesia dan kepentingan rakyat Indonesia. Dan karena itu kekuatan kita terus bertambah dan menguat.

Nyatanya sekarang para sahabatku di halaman Facebook ini sudah hampir delapan juta. Angka yang cukup mengagetkan untuk saya. Pernyataan dukungan yang cukup menjadi sebuah fenomena.

Juga ternyata sampai dengan hari ini, 16 lembaga survei telah menyampaikan hasil temuan mereka bahwa Koalisi Merah Putih, terutama Prabowo-Hatta sekarang sudah unggul cukup signifikan di atas pasangan yang lain. Tentunya tidak sedikit ini adalah hasil kerja keras para pendukung saya dan Koalisi Merah Putih, para relawan Prabowo-Hatta, para kader-kader partai mitra Koalisi Merah Putih, juga diantaranya peranan saudara-saudara sekalian, sahabat-sahabatku saya yakin tidak sedikit.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan anda dan saya mohon kita semua tidak lengah di saat-saat terakhir menjelang pencoblosan. Janganlah kita euforia, janganlah kita bertindak santai atau malas-malasan. Datanglah berbondong-bondong ke TPS. Gunakan hak suara anda. Ini kesempatan emas bagi bangsa Indonesia.

Marilah kita bangun sebuah pemerintahan yang bersih, yang kuat, yang akan mampu membawa Indonesia ke cita-cita kita: Kemerdekaan sejati, harga diri sejati, martabat sejati, kemakmuran sejati.

Marilah kita mewujudkan cita-cita nenek moyang kita. Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto rahardjo. Indonesia yang berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lain. Indonesia dimana wong cilik iso gumuyu. Indonesia dimana ibu-ibu senyum setiap pagi melihat anak-anak mereka yang sehat, yang tertawa dan berangkat ke sekolah dengan langkah penuh semangat. Penuh optimisme menghadapi masa depan.

Indonesia dimana setiap laki-laki, setiap malam tidur tenang karena merasa aman untuk hari-hari, minggu-minggu bahkan bulan dan tahun-tahun kedepan.

Khusus untuk saudara-saudaraku pada sahabat yang ada di halaman ini, saya minta di jam-jam terakhir ini saudara bergerak untuk menghubungi saudara-saudaramu, kawan-kawanmu dan sahabat-sahabatmu.

Saya kira kekuatan kita besok di TPS akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi Republik Indonesia. Katakanlah saudara bisa mempengaruhi 10 orang saja dalam jam-jam terakhir ini, berarti besok saudara bisa menambah lebih daripada 70 juta suara. Ingat: Setiap suara menentukan.

Terima kasih sekali lagi, sahabat-sahabatku dimanapun engkau berada. Marilah kita berbuat yang terbaik untuk bangsa kita. Saya mohon bantuanmu untuk Indonesia yang kita cintai.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?

Salam hormat saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Merdeka!

Sahabatmu,

Prabowo Subianto


(sumber: http://tinyurl.com/Surat8Juli)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger