.

.

Latest Post

H. Abdullah : Perangkat Desa Diangkat dan Diberhentikan oleh Camat

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 23 Agustus 2016 | Selasa, Agustus 23, 2016



PKS Pelalawan | Saat ini anggota DPRD pelalawan sedang membahas Ranperda tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa‎. Dimana kedepannya perangkat desa diangkat dan diberhentikan atas persetujuan camat. 

"Ya ‎tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat kepala desa telah diatur dalam Permendagri nomor 83 tahun 2015 ditambah nantinya kita punya Perda yang mengatur soal ini. Kedepan, perangkat desa diangkat dan diberhentikan atas persetujuan Camat. Perangkat desa terdiri dari sekretaris desa, pelaksana wilayah dan pelaksana teknis," ungkap H Abdullah AMd, anggota DPRD Pelalawan dari Partai Keadilan Sejahtera ini, Senin (22/8/2016).

Dikatakan Abdullah, Kepala desa dapat membentuk panitia seleksi perangkat desa yang akan mengasestmen nama-nama yang mendaftar untuk menduduki jabatan perangkat Kepala Desa. 

"Setiap jabatan dipilih dua nama oleh panitia, kemudian diajukan ke kepala desa dan seterusnya direkom ke Camat untuk dipilih oleh Camat‎," paparnya.

‎Ditambahkan Abdullah, dengan adanya aturan terbaru ini, Camat memiliki peranan yang lebih besar untuk menentukan perangkat desa.

"Kita harapkan jika Ranperda ini menjadi perda, maka camat benar-benar menentukan perangkat desa yang diharapkan oleh masyarakat desa," tutupnya.

Abdullah Tegaskan Segera Bahas dan Sahkan Ranperda PPA

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 22 Agustus 2016 | Senin, Agustus 22, 2016


Fenomena kekerasan terhadap anak yang dialami Siska (8) siswi kelas III SD 009 Pangkalan Kerinci yang dilakukan oleh keluarganya dari bibi yang saat ini sedang diusut oleh PPA Polres Pelalawan menjadi penegasan bagi DPRD Pelalawan untuk membahas dan mensahkan Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak. 

"Dengan adanya kasus kekerasan pada Siska ini yang sekarang diusut oleh PPA Polres Pelalawan semakin menegaskan kepada kami agar Ranperda perlindungan perempuan dan anak yang telah diserahkan Pemkab ke DPRD untuk dapat segera dibahas dan disahkan. Sebab kekerasan terhadap anak adalah perilaku sosial yang menyimpang dan tidak berkeprimanusiaan yang mesti dicegah," ujar H. Abdullah A.Md anggota DPRD Pelalawan dari Partai Keadilan Sejahtera, Ahad (22/8/2016).

H. Abdullah mengaku sangat miris melihat kondisi Siska, bocah yang hanya tinggal dengan ayahnya karena ibunya sudah meninggal dunia. 

"Menurut keterangan para tenaga medis, Siska tinggal bersama ayahnya di Jalan Cinta Damai namun sang ayah sering bekerja keluar daerah makanya dititipkan ke bibinya. Disitu dia mendapat kekerasan. Bayangkan pukulan yang dialami Siska sampai si anak gak bisa berdiri," kata Abdullah dengan mata berkaca-kaca saat menjenguk Siska di RSUD Selasih.

Dikatakan Abdullah, diharapkan juga dengan disahkannya Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak ini akan dapat menjadi perlindungan terhadap perilaku-perilaku yang salah yang diperlakukan kepada para perempuan dan anak di Kabupaten Pelalawan. 

"Bahkan kita berharap Pelalawan menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan penobatan sebagai kabupaten layak anak," ujarnya.

Disinggung soal perlindungan perempuan, H Abdullah AMd menyampaikan untuk perempuan sebagai perlindungan terhadap kekerasan pada perempuan seperti TKW, trafficking, dan memperkuat kelembagaan perempuan untuk menciptakan kegiatan-kegiatan positif yang membangun dan meningkatkan pemberdayaan perempuan di masyarakat. 

DPRD akan sangat serius membahas dan mengesahkan Ranperda Perlindungan perempuan dan anak sehingga berbagai pihak tidak bisa dengan semena-mena mengabaikan atau menyepelekan hak-hak perempuan dan anak. 

"Kita ingin Pelalawan menjadi Kabupaten layak anak dan kelembagaan perempuan yang kuat  di masyarakat," tukasnya. 

Pimpin Upacara HUT RI, Sukaeni Instruksikan Kader PKS Bersemangat Layani Rakyat

Written By PKS PELALAWAN on Kamis, 18 Agustus 2016 | Kamis, Agustus 18, 2016

PKS Pelalawan | Ketua DPD PKS Pelalawan, Sukaeni, saat memimpin pelaksanaan upacara HUT RI ke 71 mengamanatkan kepada seluruh kader untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia dengan melaksanakan khidmat kepada rakyat.
"Saya amanatkan seluruh kader, Berkhidmat untuk rakyat. Dan berikan yang terbaik untuk bangsa ini," ujarnya saat menjadi inspektur upacara di DPD PKS Pelalawan, Rabu (17/8/2016).
Dirinya juga menyampaikan, bahwa kader PKS harus memberikan keteladanan di tengah-tengah masyarakat. "Dengan semangat tersebut, umat akan mencintai partai ini, dimana partai ini akan memberikan kontribusinya untuk Indonesia yang damai, sejahtera, dan makmur. PKS membuka pintu seluas-luasnya. Memberi keyakinan bahwa kita akan memberi yang terbaik bagi negeri ini," terang Sukaeni.
Sukaeni menambahkan, bahwa seluruh kader PKS harus memperkokoh kesholihan pribadi, keluarga dan mengalirkannya di tengah-tengah masyarakat. "Selain itu kader PKS terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama melayani masyarakat dengan baik" ujarnya
Sebagai penutup, Sukaeni mengingatkan kepada seluruh kader agar menjadi garda terdepan dalam membela tanah air dalam Kesatuan Negara Republik Indonesia, karena ini adalah yang diperjuangkan para pendahulu kita.

PKS Pelalawan Gelar Upacara HUT RI ke-71

PKS Pelalawan | Memperingati HUT RI ke-71, PKS Pelalawan menggelar upacara di Kantor DPD PKS Kabupaten Pelalawan. Ketua DPD PKS Pelalawan Sukaeni memimpin langsung dengan menjadi inspektur upacara.
Upacara HUT RI ke 71 digelar di Halaman Markaz Dakwah PKS Pelalawan, Jl Cinta Damai, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Rabu (17/8/2016) pukul 10.00 WIB.
Dalam pesannya, Sukaeni menyampaikan bahwa para pejuang dan syuhada telah berjuang mati-matian memerdekakan Indonesia tanpa pamrih dengan berharap meraih ridho Allah SWT.
Tidak hanya itu, Sukaeni juga mengamanatkan kepada seluruh kader PKS Pelalawan untuk terus bersemangat berkhidmat untuk rakyat.
"Saya amanatkan seluruh kader PKS Pelalawan agar selalu Berkhidmat untuk rakyat. Dan berikan yang terbaik untuk bangsa ini," ujar Sukaeni.
Rangkaian upacara ini dibuka dengan membaca lafaz basmallah. Setelah mempersilakan inspektur upacara memasuki tempat upacara. Kemudian dilanjutkan pembacaan doa untuk kebaikan PKS dan Indonesia oleh Diky Muhammad Syahroni selaku ketua Bidang Kaderisasi PKS Pelalawan.

Untuk Indonesia Raya

Written By PKS PELALAWAN on Minggu, 14 Agustus 2016 | Minggu, Agustus 14, 2016

Standar perjalanan waktu bisa sangat berbeda, bergantung objeknya. Bagi manusia, usia 71 tahun adalah usia senja dan tengah bersiap menuju ke peraduannya yang abadi. Tapi bagi sebuah bangsa dan negara, usia 71 tahun mungkin terhitung usia remaja. Karena spektrum perjalanan sejarah yang dilaluinya memang lebih lama.

Perjalanan usia semestinya berbanding lurus dengan ilmu, kematangan, kedewasaan dan juga kemakmuran. Artinya semakin lama berdiri sebuah negara, berarti semakin tinggi tingkat kemakmurannya, sehakin kuat sistem sosialnya, semakin mantap struktur bernegaranya dll. Contoh paling mudah tentu saja negara - negara maju seperti Amerika, Inggris dll.

Namun ternyata, hal itu tidak selalu paralel. Yunani adalah negara yang pernah menjadi kiblat peradaban eropa dengan rentang usia yang sangat lama. Tapi kabar terakhir menunjukkan bahwa Yunani berstatus sebagai negara bangkrut. Hal yang kurang lebih sama juga dialami oleh Mesir. Sebaliknya, Malaysia usianya 12 tahun lebih muda dari Indonesia. Mereka pernah mengimpor guru dari Indonesia, tapi sekarang malah mengimpor pembantu dan TKI. Artinya, Malaysia sukses bermetanorfosis dari negara “murid” menjadi negara “majikan” bagi Indonesia.

Pada usia 71 tahun, kita sungguh melihat bangsa Indonesia berjalan ke arah yang tidak jelas. Bukannya bertambah maju, malah tambah terbelit krisis. Pasti ada yang salah dengan bangsa ini, hanya beda orang beda cara meresponnya. Ada yang mengingkari fakta dan terus terbuai dengan ilusi kejayaan, ada yang hobinya mencari kambing hitam dan adapula yang mencoba berpartisipasi menjadi bagian dari solusi.

Ada banyak teori hebat untuk membangun negeri, tapi sejenak mari kita renungkan potongan baik syair lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Soepratman “Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya”. Mungkin ada banyak.nilai yang bisa kita petik darinya.

Pertama, Membangun Jiwa

Pertama kali yang perlu dibangunkan dalam rangka membangun kejayaan adalah membangunkan jiwa - jiwa yang tertidur. Pada masa penjajahan, hal ini dimaknai dengan menyalakan nyali untuk berperang, menjelaskan tentang kehinaan bagi bangsa yang terjajah serta memberi visi tentang arti kemerdekaan. Alhasil, rakyat Indonesia bergerak untuk melawan penjajah meski kalah total dalam hal persenjataan.

Dalam teori perang, seorang jendral akan memastikan bahwa moral pasukannya memang tengah “on fire”. Maka pasukannya akan diberi motivasi dosis tinggi, berupa yel - yel, lagu penyemangat hingga iringan genderang sebelum masuk ke gelanggang perang. Tidak ada gunanya senjata hebat dan peralatan canggih jika pasukannya menderita penyakit al wahn, yakti hubbud dun-ya wa karahiyatul maut. Inilah yang dahulu dilakukan oleh Sultan Hasanudin, Pangeran Diponegoro hingga Bung Tomo dan Bung Karno.

Saat ini kita sudah merdeka. Peran untuk membangun jiwa masih harus dilakukan, tapi dengan cara yang berbeda. Bukan dengan orang berani mati, tapi berani hidup. Berani menghadapi kenyataan, berani berjuang dan mengambil resiko serta berani bangkit dari kekalahan. Kata orang bijak, membuat orang berani hidup konon jauh lebih sulit ketimbang membuat orang berani mati.

Dimana kita melakukan tugas untuk membangun jiwa? Banyak sekali. Disekolah, dimedia sosial, di radio dan televisi, di majelis taklim dan panggung dakwah, melalui musik, film dll. Disekolah ada kurikulum pendidikan karakter, dibirokrasi ada jargon revolusi mental dll. Karena itu, sebarkanlah virus - virus positif kepada semua orang dengan segala channel dan jaringan yang kita miliki. Agar kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah bangsa.

Kedua, Membangun Fisik

Kondisi fisik menjadi salah satu ukuran yang kasat mata tentang kemajuan suatu bangsa. Negara yang bangunan fisiknya yang hancur karena perang sudah menunjukkan bahwa mereka gagal merajut harmoni sosial. Negara yang infrastrukturnya tertinggal sudah menunjukkan bahwa mereka gagal dalam menjalankan program & kebijakan pembangunan, distribusi pendapatan dan pemerataan pendapatan.

Kita sering terpesona dengan kemajuan fisik yang dimiliki oleh negara - negara maju, mulai dari megahnya stadion olehraga hingga gedung - gedung pencakar langit yang tinggi menjulang. Sedang dinegeri Indonesia, masih sering kita jumpai banyaknya sekolah yang atapnya roboh dan jembatan hancur yang tetap digunakan anak - anak untuk bersekolah. Secara fisik, kita memang tertinggal tapi itu adalah harga yang harus dibayar sebagai akibat ketertinggalan pembangunan jiwa, mental dan karakter.

Negara - negara maju sering melakukan razia makanan yang sudah kadaluarsa dan tidak layak konsumsi agar tidak “meracuni” penduduknya. Sedang Indonesia membagi - bagikan beras miskin yang sudah berulat agar dimakan oleh rakyatnya. Negara - negara maju memberikan tambahan nutrisi dan beragam insentif khusus kepada generasi mudanya. Sedang Indonesia memberi mainan yang membuai serta tambahan beban hutang kepada setiap bayi yang lahir. Negara - negara maju menghemat sumber cadangan energinya hanya untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Sedang Indonesia menjual murah minyak mentah, batu bara, hingga cadangan emasnya kepada pihak luar.

Pembangunan fisik memang penting, namun statusnya adalah turunan dari pembangunan mental (jiwa, karakter dll). Jika kita mendengar banyak program pemerintah yang bocor anggarannya, maka ini indikasi bahwa pembangunan jiwa masih jalan ditempat. Akibatnya, meski sudah 71 tahun usianya masih banyak jalan, jembatan, gedung dan infrastruktur lainnya yang belum bisa dibangun. Bukan karena tidak ada insinyur hebat, bukan karena tidak ada teknokrat jenius, tapi karena mentalnya belum sepenuhnya merdeka.

Ketiga, Berbakti Kepada Negeri

Setelah kita membangun jiwa, serta bergerak membangun fisik maka jangan lupa bahwa semua harus didedikasikan untuk membangun negeri tercinta. Bukan untuk dijual kepada negara asing, bukan untuk menghancurkan sendi - sendi bernegara tapi digunakan sebesar - besar untuk kemakmuran masyarakat.

Ada orang - orang dengan ide besar, pemikiran maju, penemuan hebat namun semua tidak dikhidmatkan untuk negeri ini. Disini, kita memang harus banyak berintrospeksi, apakah benar mereka memang tidak punya rasa nasionalisme, apakah negeri sendiri memang tidak menghargai hasil karyanya atau karena para pemimpin gagal menciptakan suasana yang kondusif bagi mereka untuk berkiprah dan berkarya. Betapa banyak orang Indonesia atau penemuan hasil karya anak negeri yang akhirnya dibajak, dipatenkan dan dimanfaatkan oleh pemerintah luar negeri. Mulai dari mobil ramah lingkungan hingga alat diagnosa kanker.

Diluar negeri, orang - orang paling jenius tidak diperkenankan untuk bekerja keluar negeri. Mereka adalah aset bangsa, posisinya harus terus menerus berada didalam negeri serta mendedikasikan segala kemampuannya untuk negerinya. Hal seperti ini bukan hanya berlaku untuk para ilmuwan jenius tapi juga untuk olahragawan. Sebagaimana Pele diproteksi tidak boleh merumput diklub eropa oleh Presiden Brazil karena dianggap sebagai National Treasure. Jika ada ilmuwan hebat, maka mereka akan membawanya ke negerinya dan diberi kewarganegaraan sebagaimana Albert Einstein dari Jerman dan Stephen Hawking dari Inggris yang diboyong ke Amerika.

Kami sungguh salut dengan langkah berani Presiden Soeharto. Yakni saat beliau tahu ada anak bangsa yang super jenius, maka beliau segera menghubunginya agar orang tersebut pulang ke Indonesia dan siap memberinya jabatan apapun yang diinginkan. Di Jerman, orang itu sudah ditawari kewarganegaraan serta bermacam jabatan dengan gaji menggiurkan. Namun orang tersebut memilih untuk pulang. Selama berapa periode, dia dipercaya oleh Presiden Soeharto menjabat Menristek/kepala BPPT. Orang itu adalah BJ Habibie.

Semestinya, pola seperti inilah yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin bangsa. Yakni memajukan generasi mudanya agar siap berkontribusi serta memulangkan putra - putra terbaiknya agar kembali ke Indonesia. Sungguh, mereka adalah jaminan masa depan Indonesia.

Khatimah

Saat menafsirkan surat Al ‘Ashr, Imam Syafi’i berkomentar “Andai seluruh manusia merenungi surat ini, niscaya sudah mencukupi untuk mereka”. Imam Syafi’i mengatakan itu karena begitu besar makna kandungannya serta begitu luas hikmah pelajaran yang terkandung didalam Surat Al ‘Ashr. Maka dengan semangat yang kurang lebih sama, kami menyampaikan “Andai seluruh bangsa Indonesia merenungi lagu Indonesia Raya, niscaya hal ini sudah mencukupi bagi mereka”. Wallahu a’lam.

H. Abdullah Isi Seminar Sehari Stop Narkoba





PKS Pelalawan | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan mengadakan agenda Seminar sehari yang diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa Se-Kabupaten Pelalawan Sebagai Penggiat Anti Penyalahguna Narkotika, yang digelar di Gedung Daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci, Rabu (10/8/2016).

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Pelalawan, Drs H Zardewan MM dalam sambutannya mengatakan, pelajar dan mahasiswa hendaknya lebih kritis dan memahami dampak bahaya yang ditimbulkan dari narkoba. "Jauhi narkoba tidak ada istilah coba-coba. Lakukan kegiatan positif, berkarya dan berprestasi serta berinovasi sangat dituntut saat ini terutama kepada generasi muda mahasiswa dan pelajar. Jauhi dan Stop narkoba," ungkapnya.

Mewakili Ketua DPRD Pelalawan, Anggota DPRD Pelalawan dari Partai Keadilan Sejahtera H Abdullah A.Md berkesempatan memberikan materi tentang dukungan Legislatif terhadap program Diseminasi Informasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"DPRD Pelalawan menyambut baik dan positif kegiatan Diseminasi Informasi P4GN yang ditaja BNNK Pelalawan. Ini bentuk sosialisasi guna menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat akan bahaya narkoba," katanya. 

Tak hanya itu, peran masyarakat juga sangat dituntut untuk mencegah dan menekan angka peredaran narkoba menuju Pelalawan bersih dari narkoba. Pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus oleh karenanya jauhi narkoba, paparnya.

Sementara, Kepala BNNK Pelalawan AKBP Andi Salomon SH,MH dalam arahannya mengajak mahasiswa dan pelajar menjadi penggiat anti penyalahguna narkotika di tengah-tengah masyarakat. 

"Generasi muda harus berada di garda terdepan sebagai penggiat anti penyalahguna narkotika. Kalau generasi muda seperti Mahasiswa dan Pelajarnya di Kabupaten Pelalawan ini semuanya menjauhi narkoba, maka kita yakin Pelalawan bisa bersih dari narkoba," tukasnya.

Turut hadir dalam seminar sehari tersebut, Asisten III Emir Effendi, Kepala Dinas Pendidikan Drs Syafruddin MM, Kasat Narkoba AKP Edi Yasman SH, Kepala Sekolah dan Peserta dari Pelajar tingkat SMP, SMA/K dan Mahasiswa se Kabupaten Pelalawan.

Wakil Bupati dan Ormas Islam Pelalawan Hadiri Halal Bi Halal PKS Pelalawan

Written By PKS PELALAWAN on Jumat, 22 Juli 2016 | Jumat, Juli 22, 2016

PKS Pelalawan | Ahad (17/07/2016), DPD PKS Pelalawan mengadakan acara halal bi halal di depan markaz dakwah PKS Pelalawan.
Dalam acara tersebut, tampak dihadiri Wakil Bupati Pelalawan, Drs. H. Zardewan, MM, Ketua kaderisasi PKS Riau Muhammad Taufiq, beserta anggota dewan dari fraksi PKS, Markarius Anwar dan H. Abdullah.
Dalam sambutannya, Zardewan mengatakan bahwa PKS adalah salah satu mitra terbaik dalam membangun Kabupaten Pelalawan. Ia pun memuji kinerja dari anggota dewan Dari fraksi PKS yang dinilainya berprestasi.
Selain Wakil Bupati, juga tampak Habib Muhammad yang memberikan ceramah di acara tersebut yang di hadiri oleh ormas Islam seperti Nahdhatul Ulama, FPI, Perwiritan dan juga masyarakat umum beserta kader dan simpatisan PKS Pelalawan.
Dalam ceramahnya, Habib Muhammad menyampaikan beberapa aspirasi kepada Wakil Bupati dan juga PKS.
Acara halal bi halal pun di meriahkan oleh penampilan nasyid, group hadroh, dan aqiqah anak kader PKS.

Peristiwa Jelang Nuzulul Qur’an

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 15 Juni 2016 | Rabu, Juni 15, 2016


Jika kita menelaah sirah nabawiyah, situasi menjelang peristiwa nuzulul qur’an sebenarnya agak menegangkan. Namun hal itu hanya dirasakan beberapa golongan saja, tidak seperti peristiwa tentara bergajah yang terlihat kasat mata oleh semua orang. Bagaimana ketegangan yang terjadi jelang turunnya wahyu?

Pertama, Operasi Penyisiran 

Ahli kitab, khususnya kaum yahudi sudah merasakan dekatnya masa nubuwah. Karena itu, mereka melakukan operasi penyisiran (intelijen) ke berbagai pelosok jazirah arab untuk mendapatkan berita tantang wahyu dan kenabian. Termasuk ke kota Makkah.

Namun, penduduk Makkah adalah kaum paganis alias penyembah berhala. Mereka tidak tahu dengan masalah wahyu dan kenabian, sehingga saat ditanya pun tidak bisa memberikan jawaban. Dan saat itu, posisi Muhammad tengah ber-tahanuts di gua hira, diluar kota Makkah. Jadi relatif aman dari pantauan intelijen ahli kitab.

Kedua, Penjagaan Langit

Selama kurang lebih 6 bulan jelang turunnya wahyu, langit dijaga ketat oleh malaikat. Jika sebelumnya jin dan setan dibiarkan terbang menembus langit, maka kali ini akan dilempar dengan api oleh malaikat. Situasinya kira – kira mirip dengan proses sterilisasi oleh tim keamanan sebelum ada VVIP datang bertandang.

Dari sini, kita mengetahui bahwa jin dan setan tidak memiliki campur tangan apapun dalam masalah wahyu. Karena langit sudah disterilkan, tidak bisa ditembus dan tidak bisa mencuri dengar pembicaraan. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah “Innahu laqur’aanun kariim. Fii kitaabin maknuun. Laa yamassuhu illal muthohharuun”

Ketiga, Kebingungan Dukun

Para dukun diseluruh dunia merasa bahwa akan ada peristiwa penting, tapi tidak tahu apa tepatnya peristiwa yang akan terjadi. Karena jin dan setan yang biasa membantunya untuk meramal tidak lagi bisa menembus langit dan mencuri dengar pembicaraan.

Sebagaimana orang shaleh saling terhubung satu sama lain, demikian pula para dukun. Mereka pun terhubung satu sama lain, saling bertanya dan saling berkoordinasi. Ibaratnya, segala kebingungan ini menjadi trending topik dikalangan para dukun dan peramal kala itu.

Khatimah

Jelang nuzulul qur’an, perhatian kita umumnya terfokus pada tahanuts yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdullah di gua hira. Padahal, diluar sana terjadi banyak peristiwa kritis yang cukup menegangkan. Pertanda bahwa nuzulul qur’an benar – benar peristiwa yang besar dan fenomenal.

PKS Pelalawan Adakan Ramadhan For Kids

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 14 Juni 2016 | Selasa, Juni 14, 2016





PKS Pelalawan | Meningkatkan  rasa keimanan bagi anak-anak kader, simpatisan maupun warga umum, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Pelalawan menggelar “Ramadhan For Kids”. Kegiatan ini, diikuti sebanyak 150-an orang anak. Ramadhan For Kids dilaksanakan selama sehari penuh, Ahad (12/6) di Aula Markaz Dakwah PKS Pelalawan di Jalan Cinta Damai Pangkalan Kerinci. Acara ini diikuti oleh anak-anak kategori SD dan SMP.

Ketua BPKK DPD PKS Pelalawan, Zahroh Zein menyatakan bahwa “Kegiatan Ramadhan For Kids ini bertujuan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai keislaman  sejak dini bagi anak-anak. Sehingga kelak para anak yang ikut acara ini nanti dapat menjadi pemimpin yang beriman serta bertakwa kepada Allah.” Ibu dari tiga anak ini juga mengingatkan bahwa “Kebaikan partai ini harus mengalir dalam jiwa para peserta yang merupakan generasi penerus bangsa.” 

Acara Ramadhan For Kids tersebut juga mengajarkan nilai-nilai kemandirian, kreatifitas dan kecintaan yang tinggi akan nilai-nilai persaudaraan. Kegiatan Ramadhan For Kids ini merupakan agenda rutin menyambut bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut digelar selain mengisi liburan sekolah juga untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan keislaman, serta diisi dengan kegiatan bermain yang menyenangkan. Melalui pembinaan anak yang PKS Pelalawan lakukan ini, diharapkan anak-anak tersebut bisa memberikan kontribusi kebaikan kepada teman-teman sebayanya, tentunya dengan kapasitas yang mereka miliki. Karena dakwah ke depan, merekalah yang akan menggantikan tugas-tugas dakwah kita di masa mendatang.



H. Abdullah Terima Anugerah Prominent Figure of Indonesian Development

Written By PKS PELALAWAN on Senin, 13 Juni 2016 | Senin, Juni 13, 2016



PKS Pelalawan | Kabupaten Pelalawan patut berbangga, pasalnya salah satu wakil rakyatnya yakni H Abdullah AMd dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) satu-satunya yang mewakili Riau dari sederetan nama-nama pejabat se Indonesia yang meraih anugerah Prominent Figure Of Indonesian Development 2016 atau tokoh publik yang dinilai menonjol dalam mengisi dan memotivasi pembangunan. Anugerah Prominent Figure of Indonesian Development ditaja oleh Yayasan Anugerah Prestasi Indonesia bekerjasama dengan sejumlah media massa terkemuka di Indonesia.

Setidaknya ada 40 figur penerima anugerah yang berlangsung di Hotel Lumiree Jakarta Timur, Sabtu (11/6/2016) lalu. Selain H. Abdullah juga ada Bupati Pesisir Selatan Sumbar, Bupati Pidi Aceh dan Bupati lainnya serta berbagai profesi yang menerima anugerah.

H. Abdullah politisi muda yang enerjik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan bahwa awalnya dirinya tak menyangka bakal menerima anugerah  Prominent Figure Of Indonesian Developmenth 2016 ini.

"Ini tau-tau aja saya dapat anugerah. Saya sangat terharu menerima anugerah ini dan tentunya akan lebih berbuat yang terbaik demi pembangunan terutama di Kabupaten Pelalawan. Jadi penilaiannya secara independent oleh Yayasan Anugerah Prestasi Indonesia bekerjasama dengan sejumlah media massa," ungkap H. Abdullah yang menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan ini.

Dalam kesempatan ini, sambung H. Abdullah dirinya mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pihak yang selalu mendukung dan bekerjasama dengan dirinya. Terutama sekali buat kawan-kawan media terkhusus di Kabupaten Pelalawan yang senantiasa memberi ruang kepada dirinya dalam menyampaikan masukan, kritik membangun dan sejumlah informasi apapun. 

"Kalau Bukan karena kerjasama yang baik dengan media, saya belum tentu mendapatkan anugerah ini. Sekali lagi terimakasih," terang Abdullah Sekretaris Fraksi Madani DPRD Pelalawan ini.

Atas prestasinya ini, Abdullah mendapatkan medali, plakat serta sertifikat. Ditanyakan kepada Abdullah perasaannya mendapatkan anugerah yang dikategorikan mentereng ini, dirinya hanya menyampaikan akan menjadi pemicu untuk lebih berbuat yang lebih baik untuk masyarakat dan pembangunan. 

"Saya biasa-biasa saja, anugerah ini merupakan amanah yang harus saya jaga. Bagi saya, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Ini yang terus memicu saya untuk terus berbuat apalagi kita diberi amanah oleh rakyat duduk di Anggota DPRD," tutupnya.
 
Support : Fathur Abu Amira | Hp 082381220265 | Email : media.pelalawan@gmail.com |
Copyright © 2013. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved