.

.

Latest Post

Menang di Pilkada Pelalawan, PKS Gelar Syukuran

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 02 Februari 2016 | Selasa, Februari 02, 2016

pks-pelalawan-menang

PKS Pelalawan | DPD Partai Keadilan Sejahtera Pelalawan menggelar acara syukuran atas kemenangan paslon Harris – Zardewan di pilkada Kabupaten Pelalawan.
Syukuran digelar di Markaz Dakwah (MD) PKS kabupaten Pelalawan, Jalan Cinta Damai, Pangkalan Kerinci, Senin (1/2/2016).
Acara syukuran dikemas dalam kegiatan, buka puasa bersama, ceramah umum, dan i’tikaf di masjid raya Al- Muttaqin.
” Rasa syukur kita wujudkan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, ini bentuk syukur yang ditunjukkan oleh pengurus dan seluruh kader PKS pelalawan,” terang Sukaeni ST, Ketua DPD PKS Pelalawan.
Kegiatan syukuran ini juga sudah jauh- jauh hari direncanakan oleh kader dan pengurus, jika pasangan yang didukung penuh PKS ini menang.
Sebagai partai koalisi pengusung pasangan HAZA, PKS berharap kedepan Pelalawan dibawah kepemimpinannya dapat lebih baik lagi.
PKS akan selalu siap mendampingi dan memberikan masukan, baik pembangunan, pemerintahan dan lainnya.
“Karena pimpinan adalah milik rakyat dan berbuat untuk rakyat. Semoga kepemimpinan Harris – Zardewan selalu diberkahi dan dilindungi Allah SWT,” pungkasnya.

Markarius Anwar Ajak Kader PKS Pelalawan Nobar Film KMGP

PKS Pelalawan | Markarius Anwar bersama Kader dan Simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Kabupaten Pelalawan dan Siak serta santri pesantren di Pekanbaru mengadakan nonton bareng (nobar) film ‘Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) Ahad (31/1/2016) di Mall Ciputra, Pekanbaru. 
“Saya mengajak nonton bareng kader dan simpatisan PKS untuk memberikan dukungan terhadap film dakwah. Jarang sekali film seperti ini ada di Indonesia. Selain itu saya juga  ingin berbagi kebahagiaan dengan kader dan simpatisan PKS, selain film ini sarat dengan nilai-nilai dakwah yang banyak hikmahnya, sekaligus nobar ini sebagai ajang rekreasi keluarga. Sekali-kali bolehlah berrekreasi dengan mengajak keluarga” ujar Anggota DPRD Prov. Riau dari dapil Siak-Pelalawan ini.
Saat wartawan bertanya tentang apa saja manfaat dengan nonton film KMGP. Beliau betutur “Hikmah yang dapat dipetik sangat banyak, terutama terkait dengan adab-adab pergaulan dalam Islam, juga tentang keharmonisan rumah tangga”
KMGP merupakan novellet legendaris karya Helvy Tiana Rosa, yang ditulis tahun 1992 dan diterbitkan pertama kali tahun 1997. Kini buku KMGP sudah cetak ulang 39 kali oleh 3 penerbit dan diperkirakan telah dibaca jutaan orang.

KMGP bercerita tentang hubungan keluarga, hijrah dan keindahan Islam. Beragam tokoh muda yang muncul kerap menyerukan kebaikan dan kecerdasan pemuda-pemudi Islam. Kini, KMGP dialihkan ke film layar lebar.

Ditempat terpisah, Ketua DPW PKS Riau, Hendry Munief yang ternyata juga mengikuti nobar ini mengapresiasi film Ketika Mas Gagah Pergi  ini sangat bagus. Dikatakannya film ini patut ditonton oleh generasi muda indonesia. [fath]

Merayakan Kekecewaan

Written By PKS PELALAWAN on Sabtu, 30 Januari 2016 | Sabtu, Januari 30, 2016


2257972Buatku, perayaan terhadap sebuah kekalahan terbaik dalam dunia sepakbola hanyalah milik suporter Irlandia. Stadion Gdansk, Polandia, menjadi saksi bagaimana kehebatan para suporter Irlandia menyublim kekecewaan mereka, akibat tim kesayangan yang diidamkan luluh lantak dihantam Spanyol dengan skor tertinggal 4-0.
Pertandingan hanya menyisakan tujuh menit lagi, para Suporter Irlandia sepertinya sadar betul bahwa kekuatan memang tidak berimbang. Tim Spanyol yang berisikan materi bintang pemenang Piala Dunia bukan tandingan untuk para pemain nasional mereka. Disana, aku melihat secara utuh bagaimana sebuah kebanggaan dan dukungan diejawantahkan. Bukan hanya dukungan atas segala kemenangan, melainkan dukungan saat harus merasakan pahit dan tangis bersama.
Aku terkesiap tatkala tiba-tiba sebuah folk ballad berjudul The Fields of Athenry berkumandang dari seisi tribun. Bahkan ternyata bukan hanya aku, para suporter Spanyol, hingga komentator pun menghentikan keriuhan. Lagu bernuansa kepedihan itu terus berkumandang, sementara di tengah lapangan bola, para pemain Irlandia masih berjuang sekuat tenaga untuk setidaknya tidak menderita dengan gol tambahan. Sebuah perayaan terhadap kekecewaan yang dikemas dengan sangat elegan.
The Fields of Athenry, folk ballad ciptaan Pete St. John tahun 70-an, memang mengisahkan cerita pilu tentang seorang lelaki bernama Michael, yang terpaksa mencuri jagung demi memberi makan anak-anak dan istrinya akibat krisis pangan yang parah di Irlandia. Malangnya, Michael tertangkap dan dibuang ke Botany Bay, Australia. Kepada Marry, Sang Istri, Michael mengatakan bahwa tak ada yang membahagiakan hatinya, kecuali melihat istrinya itu membesarkan anak-anak mereka dengan penuh martabat. Demikianlah lagu pilu ini dinyanyikan oleh para suporter Irlandia, sebagai bentuk kebersamaan, atas kegetiran yang menimpa, atas persamaan nasib yang pedih tak terperikan. Meski harus menanggung kekalahan, mereka menyatakan diri untuk saling memapah dalam kebersamaan.
Nun jauh dari Gdansk, aku juga melihat perayaan kekalahan yang sangat menyejukan, bahkan mengharukan, dari seorang lelaki berusia senja. Pak Maridi namanya. Sejatinya ia lelaki istimewa, lelaki satu kampung kami tak ada yang mampu menandinginya dalam soal kehadiran di Surau untuk mendirikan Sholat. Selalu lebih cepat dari yang lain, serta pulang selalu lebih lambat dari jamaah lainnya juga.
Namun memang, tingginya kuantitas dan kualitas ibadah tak serta merta seiring dengan perbaikan pada sisi ekonomi. Begitu juga dengan kondisi keuangan Pak Maridi. Mungkin itu pula ujian dari Allah swt untuknya. Di usia yang menginjak tujuh dasawarsa, hari-harinya diisi dengan bekerja serabutan. Kadang bekerja sebagai kuli bangunan, kadang hanya menjadi buruh di ladang warga untuk sekedar menyiangi rerumputan dan benalu. Kehidupan keluarganya memang tidak dapat dikatakan miris, namun tetap saja, taraf kehidupannya tak bisa dikatakan cukup.
“Kekalahan” Pak Maridi adalah saat Surau kami akan melakukan renovasi. Sejatinya ia berharap dapat dilibatkan dalam pembangunan itu, “minimal liber (pembantu tukang)-lah. Buat membantu biaya dapur,” katanya padaku.
Namun apa mau dikata, keputusan rapat pembangunan mengatakan bahwa tukang dan pembantunya dibawa dari luar dengan status borongan. Jadi tidak satu pun yang terlibat dalam proses pembangunan ini dari warga kami, kecuali para Pengurus Surau sebagai pemantau.
Betapa kecewanya Pak Maridi, Surau yang setidaknya lima waktu dalam sehari ia kunjungi, justru para Pengurusnya tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk turut bekerja. Bahkan pernah satu kali aku bertanya kepada Ketua Pembangunan dan memintanya mempekerjakan Pak Maridi. “Terlalu sepuh, Kang. Kasihan,” demikian jawabnya. Ketika hasil usahaku kusampaikan kepada Pak Maridi, ia termangu. Tampak sekali raut kecewa dari wajahnya. Aku menangkap ada luka, sebongkah perasaan tidak puas menguasai dadanya. Ia menunduk bermuram durja.
Aku sedikit menerka-nerka apa yang akan dilakukannya beberapa hari ke depan. Bisa saja kekecewaan membawanya pindah Sholat ke Masjid lain, atau bahkan, bisa jadi ia memilih mundur dari Surau, mendirikan Sholat di rumahnya sendiri, dalam ruang kamarnya yang sepi.
Dugaanku ternyata meleset. Suatu malam menjelang pagi, ketika waktu baru menunjukan pukul 04.15. Kudengar lapat lantunan bacaan Al Qur’an diperdengarkan. Rasa kepenasaranku memuncak, bergegas aku menuju Surau, kujumpai Pak Maridi sedang bersila menghadap mushaf Al Qur’an yang diletakan di atas meja.
“Gasik (cepat datang), Pak,” ucapku berbasa basi setelah ia mengakhiri bacaannya.
“Iyo, Kang. Semoga bisa bersyukur atas nikmat Allah swt,” ungkapnya.
Aku termenung. Bukankah baru kemarin sore lelaki ini merasakan “luka” yang teramat dalam? Bukankah baru kemarin sore ia merasakan “kekalahan” yang mengecewakan? Ah, sepagi ini dia sudah hadir di Surau, berkata tentang syukur pula kepada Allah swt.
Luar biasa! Pak Maridi bagiku merupakan orang yang sangat cerdas dalam merayakan sebuah kekecewaan. Ia menyublim segala getir jiwanya ke dalam dzikir-dzikir panjang. Ia mengobati luka hatinya dalam balut lantunan Al Qur’an. Tak ada kalimat satir dari mulutnya, tak ada tindakan emosional yang ia tunjukan. Pak Maridi, lelaki kecil itu menjelma menjadi besar di hadapanku. Bukan besar dalam arti ragawi, melainkan besar dalam bentuk jiwa yang terang dan tenang.
Perlahan, kembali dalam ingatanku koor panjang The Fields of Athenry di Gdansk Stadium dari para suporter Irlandia. Disini, di tanahku, aku menemukan persamaannya. Sebuah persamaan tentang bagaimana cara merayakan kekecewaan.
Lapat tergurat dalam ingatanku sebait syair berbunyi, “Low lie the fields of athenry, where once we watched the small free birds fly, Our love was on the wing, We had dreams and songs to sing, It’s so lonely round the fields of athenry…. “. Sebuah syair tentang pesan terakhir Michael kepada anak dan istrinya, syair pilu… The Fields of Athenry yang kini lekat dalam bayang Pak Maridi. (*)

Menpan-RB Harus Segera Angkat THK 2 menjadi CPNS

Written By PKS PELALAWAN on Jumat, 29 Januari 2016 | Jumat, Januari 29, 2016

PKS Pelalawan | Anggota Komisi II DPR RI Sa’duddin mendesak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi untuk segera mengangkat Tenaga Honorer Kategori 2 (THK 2) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“Pasalnya, berdasarkan hasil Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Kemenpan-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) per tanggal 15 September 2015, disepakati bahwa THK II yang berjumlah 439.956 orang harus segera diangkat secara bertahap menjadi CPNS, mulai tahun 2016 hingga 2019," jelas Sa’duddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1).
Namun demikian, pada tanggal 20 Januari 2016, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II, tiba-tiba Menpan-RB Yudi Chrisnandi menyatakan tidak bisa mengangkat THK 2 menjadi CPNS.
“Alasan Kemenpan-RB mengambil langkah tersebut adalah karena masalah anggaran dan juga UU ASN,” jelas Legislator PKS yang pernah menjabat bupati di Kabupaten Bekasi periode 2007-2012 ini.
Oleh karena itu, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini sedang menyiapkan surat resmi yang ditujukan kepada Menpan-RB Yudy Chrisnandi untuk segera mengangkat THK 2 ini menjadi CPNS.
“Ini harus disampaikan kepada Menpan, baik lewat Raker Komisi II, maupun lewat surat secara khusus atas nama resmi dari Fraksi PKS berdasarkan laporan yang diterima,” ujar Jazuli pasca menerima aduan dari enam orang perwakilan THK 2 Kota Serang di Ruang Pleno, Selasa (26/1).

Hari ini, KPU Gelar Pleno Penetapan Calon Terpilih Pilkada Pelalawan

Written By PKS PELALAWAN on Rabu, 27 Januari 2016 | Rabu, Januari 27, 2016



PKS Pelalawan | Mahkamah Konstitusi akhirnya menolak gugatan pemohon pasangan calon Zukri Misran- Abdul Anas Badrun (ZA) terhadap Persilisihan Hasil Pilkada (PHP) Pelalawan. Praktis, penolakan gugatan ini menegaskan tahapan Pilkada Pelalawan berakhir sudah, disertai dengan mengesahkan kemenangan Pasangan Harris-Zardewan (HAZA) sebagai bupati Pelalawan periode 2016 - 2021.

Demikian informasi yang diperoleh dari salah seorang komisioner KPU Pelalawan, Wawan Surbekti, yang ikut menghadiri sidang persilihan hasil Pilkada Pelalawan di gedung MK Jakarta, Selasa (26/1/16) dengan materi putusan sela.

"Tadi, hakim MK sudah mengetuk palu menolak gugatan pemohon dan memastikan kemenangan pasangan HAZA pada Pilkada Pelalawan," terang Wawan.

Meskipun tidak menyebut secara detil, kata Wawan hal yang menjadi dasar MK menolak gugatan pemohon adalah karena tidak memenuhi batas minimal ambang batas 1,5 persen sesuai dengan pasal 158 UU Pilkada nomor 8.

Atas putusan ini, maka KPU Pelalawan kata Wawan akan mempleno penetapan calon bupati dan wakil bupati Pelalawan hari ini, Rabu (27/1/16).

"Sesuai aturan setelah keputusan MK, KPU rapat pleno untuk menetapkan calon terpilih tidak lebih dari satu hari, setelah dibacakan putusan ini," tandas Wawan seraya mengatakan pleno penetapan ini dilakukan di kantor KPU Pelalawan.

Wahai Para Istri, Jaga Harta Suami Maka Surga Bagimu

Ilustrasi. (inet)
Di dalam Mu’jam ath-Thabraani al-Kabiir dan Shahih al-Jaami’, dari Abdullah bin Salaam Radliallahu Anhu bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Wanita yang terbaik adalah wanita yang menyenangkan kamu tatkala kamu melihatnya, mematuhimu ketika kamu memerintahnya, menjaga dirinya sendiri (kesuciannya) dan harta kamu dalam ketiadaan kamu.” 

Sesungguhnya, banyak ibadah dan amalan yang menghantar seseorang menuju surganya Allah. Amalan ibadah yang paling ringan dan sekaligus paling sulit bagi wanita adalah taat dan berbakti pada imamnya yaitu seorang suami. Bahkan sering untuk hal-hal dan pekerjaan yang sepele, ganjarannya luar biasa bagi seorang istri yang bisa menunjukkan bakti kepada suami.

Hal yang paling mudah adalah menghormati suami, menghargai nafkah yang diberikannya sekaligus menjaga harta yang didapatkan suami baik berupa harta barang maupun uang.

Menjaga harta yang diberikan seorang suami dengan cara menggunakannya dengan baik dan benar sudah merupakan sebuah ketaatan seorang istri kepada suaminya. Imbalannya tiket menuju surga Allah SWT. Menjaga harta suami bukan dilihat dari banyak atau sedikitnya harta yang diberikan.

Walaupun nilai harta itu sedikit, apabila nafkah itu digunakan untuk keperluan prioritas sama halnya dengan memelihara nafkah suami dengan baik. Apa pun itu pemberian suami harus dijaga. Apabila kurang, diupayakan untuk dicukupkan. Dan apabila lebih, dijaga dengan menabung untuk keperluan berikutnya. (dakwatuna.com/hdn)

Salim A Fillah : Partisipasi



Izinkan aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita. Mungkin kau adalah peserta atau juga bahkan adalah pengisi, ataupun sekedar orang yang pernah melihat dan menemui fenomena seperti ini, di zaman ini:

“… Ketika beliau keluar tiba-tiba beliau dapati para sahabat duduk dalam halaqoh (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?” Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Alloh atas hidayah yang Alloh berikan sehingga kami memeluk Islam.”

Maka Rosululloh bertanya, “Demi Alloh, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?” Mereka menjawab, “Demi Alloh, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Alloh membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim, dari Mu’awiyah)

Di tempat inilah disambung keteladanan sejarah. Di forum seperti yang dicontohkan para sahabat, para ghuroba’(orang-orang terasing) masa kini mewujudkan sabda Nabi bahwa mu’min itu cermin bagi Mu’min yang lain. Mereka saling bercermin diri, tentang perkembangan tilawah al-Qur’an dan hafalannya, tentang sholat malamnya, dan tentang puasa sunnahnya. Semangatnya tergugah mendengar yang lain menyalip amal-amalnya. Ia jadi malu mendapati dirinya tak bisa mengatur waktu.

Mereka saling menyebutkan kabar gembira sampai semua merasa bahagia mendengar salah seorang sahabatnya mendapat nilai A. Mereka saling berbagi agar masalah tak terasa sendiri dihadapi. Ada yang bercerita tentang amanah-amanah da’wahnya yang katanya semakin mengasyikkan, atau semakin menantang. Yang berkeluasan rizqi membawakan pisang goreng yang tadi pagi dibuat ibunya, atau mangga yang dipetik dari halaman rumahnya.

Sesekali mereka ganti setting forumnya, dengan menginap agar bisa lebih panjang bercengkerama. Lalu mereka dirikan Qiyamullail bersama. Pernah juga mereka lakukan wisata. Mereka bertemu di tempat rekreasi yang sepi, mengingat Ilahi dan mengagumi kebesaran ciptaan-Nya. Mereka berdiskusi disaksikan air terjun, punggung bukit bercemara, hutan berlembah yang menawan, atau pasir pantai memutih diterpa gelombang.

Tentu saja yang jauh lebih utama, mereka mengingat Alloh dalam sebuah kumpulan, agar Alloh mengingat mereka dalam kumpulan yang lebih baik. Mereka baca kitabulloh, mereka kupas isinya, mereka dapati bahwa al-Qur’an menyuruh mereka bersaudara dalam cinta dan mentauhidkan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak ada tekad ketika bubar dan saling bersalaman mendoakan, selain agar yang mereka bahas menjadi amal kenyataan.

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Alloh, mereka membaca kitabulloh, dan mempelaiarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rohmat meliputi majelisnya, Malaikat menaungi mereka, dan Alloh menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, dari Abu Huroiroh)

Di sana bisa kita jumpai wajah saudara yang jenaka, yang pendiam, dan yang tampak lelah karena banyak amanah. Tapi Subhanalloh… Ini adalah cahaya yang bergetar di antara mereka. Ia bergetar untuk menjadi refleksi jiwa, percepatan perbaikan diri dan perbaikan ummat dalam medium atmosfer cinta. Saya tak ragu lagi menyebut forum yang terkenal dengan kata liqo’at (pertemuan) ini, sebagai Getar Cahaya di Atmosfer Cinta.

Bahkan ketika suatu waktu Anda yang belum pernah mengikuti forum ini tidak sengaja menemui mereka sedang ada di Masjid Kampus, Musholla Sekolah, rumah seorang Ustadz atau markaz da’wah, lalu Anda bergabung dengan niat serta keperluan yang lain atau mungkin karena iseng saja, Anda takkan pernah kecewa. Percayalah, Anda tak akan pernah kecewa.

Seorang malaikat berkata, “Robbi, di majelis itu ada orang yang bukan dari golongan mereka, hanya bertepatan ada keperluan maka datang ke majelis itu.” Alloh berfirman, “Mereka adalah ahli majelis yang tiada akan kecewa siapa pun yang duduk membersamainya!” (Muttafaq ‘Alaih, dari Abu Huroiroh)

Maka demi Alloh, apa yang Anda tunggu? Perkenalkan diri Anda pada mereka sejelas-jelasnya. Katakan, Anda ingin bergabung dengan pertemuan pekanan mereka. Kalau majelis itu sudah terlalu sesak, lalu efektifitasnya drop, pengasuh majelis itu pasti akan mencarikan sebuah majelis lain yang indah untuk Anda. Kalau di sekolah Anda dan di kampus Anda ada kegiatan bernama Mentoring, Asistensi Agama Islam atau nama lainnya, barangkali itu pintu lain bagi Anda memasuki Getar Cahaya di Atmosfer Cinta ini. Setelah itu, bisa jadi Alloh akan menguji Anda. mungkin dengan perasaan Anda bahwa majelis ini tidak seperti yang Anda harapkan. Maka bersabarlah.

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Alam Nasyroh [94]: 5-6)

***

Beberapa ikhwah mengeluh mendapati beberapa saudaranya telah berubah ketika pindah ke lain kota. Ada gambaran, betapa sulitnya menjaga istiqomah ketika jauh dari lingkungan iman semula. Apa yang diceritakan Hanzholah ibn ar-Robi’, bisa menjadi ‘ibroh bahwa pertemuan sesaat demi sesaat dalam majelis ini adalah sarana penjaga konsistensi dan sikap istiqomah -yang kadang-kadang tanpa perlu kita sadari-.

Ketika Abu Bakr berkunjung dan menanyakan kabarnya, Hanzholah pun menjawab, “Hanzholah telah menjadi munafiq!”. Terperanjat Abu Bakr, lalu ia berkata, “Subhanalloh, apa yang engkau ucapkan?” Kata Hanzholah, “Kita sering bersama Rosululloh, beliau mengingatkan kita tentang surga dan neraka seolah-olah kita melihatnya dengan mata kepala. Namun ketika kita keluar dari sisi Rosululloh, bercengkerama dengan anak-anak serta sibuk dengan pekerjaan, kita pun banyak melupakannya.”

“Demi Alloh! Sesungguhnya kami juga merasakan hal seperti ini!”, sahut Abu Bakr membenarkan. Tak ada curhat yang lebih indah daripada curhat para sahabat. Ya, mereka pun kembali pada Murobbi-nya, Rosululloh Mushthofa. Dan beliau pun menenteramkan hati para binaannya.

“… Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya. Seandainya kalian selalu dalam keadaan sebagaimana ketika kalian ada di sisiku dan dalam berdzikir, niscaya Malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat-tempat tidur, dan di jalan-jalan kalian. Akan tetapi sesaat demi sesaat, wahai Hanzholah! Sesaat demi sesaat, wahai Hanzhalah. Sesaat demi sesaat!”(HR. Muslim dalam Shohihnya, dari Hanzholah)

Akal sehat para peserta liqo’at menuntun mereka untuk menghayati bahwa majelis ini adalah bagian paling asasi dari hidup mereka. Ada waktu yang harus diprioritaskan untuknya lebih dari segala aktivitas lainnya. Kaidahnya jelas: kalau ia tak bersama mereka, ia takkan bersama siapa-siapa; kalau mereka tak bersama dengannya, mereka pasti bersama dengan orang selain dia.

Kadang kita tak merasakan nikmatnya majelis kebersamaan ini. Padahal, orang lain akan melihat kita berubah dan semakin buruk saat kita berhenti menghadirinya untuk suatu waktu yang cukup lama. Memang, ia hanya sepekan sekali. Tetapi bagaimanapun kita tahu, majelis ini adalah majelis ‘ilmu dan dzikir yang tak berhenti sampai bubarnya lingkaran. Ketika mereka menutup pertemuan dan pergi untuk keperluan masing-masing, lingkaran itu hanya melebar. Ia melebar seluas aktivitas mereka.

Tentu. Untuk berpartisipasi bagi ummat dalam jangkauannya, mendistribusikan kesholihan yang terasa manis direguknya..

Doakan kita semua istiqomah di lingkaran cinta ini 

JAULAH Bagi Kader PKS

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 26 Januari 2016 | Selasa, Januari 26, 2016

PKS Pelalawan | Jaulah sering disebut juga dengan berkeliling untuk silaturrahim, memberi taujih (arahan) atau berkunjung untuk mengokohkan tujuan. Kata “jaulah” sudah menjadi frase umum bukan dikhususkan untuk istilah kelompok tertentu. Selagi maknanya terkait di atas maka itulah yang dimaksud dengan jaulah.
Partai Keadilan Sejahtera mempunyai kebiasaan bahkan sudah menjadi program rutin partai untuk jaulah. Jaulah dilakukan untuk mengunjungi kader-kader PKS yang ada di tempat lain sebagai wadah untuk menguatkan semangat dakwah dan mengokohkan kembali tujuan dakwah di partai dakwah ini. disamping mengentalkan nuansa ruhiy dan tarbawiy. Jaulah juga bisa sebagai sarana rabthul ‘am (pendekatan hati) terhadap objek dakwah atau tokoh-tokoh masyarakat, pejabat atau stakeholder lainnya.
Biasanya jaulah dilaksanakan hanya beberapa orang yang telah ditunjuk oleh struktur partai tergantung apa muatan jaulah. biasanya pengurus inti partai (DPD/DPTD). Apakah untuk mengisi daurah (pelatihan), mengisi taklim atau halaqah atau hanya kunjungan personal.
Dari uraian di atas secara realitas pelaksanaan jaulah ini dibagi dalam beberapa bentuk;
  1. Jaulah dakwah, ini dikhususkan untuk internal kader.
  2. Jaulah tokoh atau sering disebut jaulah kebangsaan.
Program keliling ini membutuhkan anggaran yang cukup besar terutama bila tempat tujuan jaulah jaraknya jauh misalnya harus menyeberangi pulau atau kendaraan darat dengan medan tempuh yang sulit. Sehingga perlu dianggarkan tiap tahunnya di struktur partai.
Apa yang didapat setelah jaulah bagi kader PKS?
Dari penuturan beberapa kader yang sering jaulah mereka merasakan diantaranya semangat tarbawi yang tinggi, semangat haraki yang menyala, ukhuwah yang hangat, tafakur alam selama perjalanan, rizki yang lapang dan berkah, hati yang tawadhu, perasaan yang halus, pengharapan yang dalam kepada Allah, ruhiyah yang meningkat, bertambahnya kecintaan kepada kader, dai dan ummat, hati yang bahagia, kesabaran, ketenangan yang menghalau istikjal, kebahagian bertemu keluarga saat pulang. Sehingga diharapkan semua kader merasakan ruh ini agar dapat mencharger iman dan semangat dakwah yang kendor diakibatkan penatnya rutinitas dan aktivitas sehari-hari. Apabila ruhiyah menurun dan geliat dakwah terasa hambar hendaknya segera melaksanakan jaulah ini. wallahu’alam. (ST)

PKS Dukung Film Profetik Seperti KMGP

KMGP
PKS Pelalawan | Film menjadi sarana paling efektif untuk menyampaikan sebuah pesan kebaikan. Hal tersebut disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Mohamad Sohibul Iman usai nonton bareng film Ketika Mas Gagah Pergi(KMGP) di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Kamis (21/1).
“Saya rasa tema film ini sangat menarik karena memberi nilai yang baik, yang tentu saja bukan seperti tema pada umumnya,” ucap Sohibul dalam konferensi pers.
Kehadiran film Ketika Mas Gagah Pergi, lanjutnya, melengkapi kebangkitan perfilman Indonesia. Selain itu juga memberikan kesadaran bahwa berislam itu tidak identik dengan kemiskinan dan menjadi muslim yang harus terbelakang.
“Ada satu dialog yang saya ingat, ‘jika ada kebenaran yang tidak kita sepakati, paling tidak kita menghargai’,” kata Sohibul.
Sementara itu, pemeran Mas Gagah, Hamas Syahid Izzudin, mengucapkan terima kasih pada penonton yang sudah menyaksikan film terbarunya. “Terima kasih juga kepada Pak Presiden (PKS), telah menyempatkan waktunya untuk menonton film KMGP. Semoga film ini menghibur dan bermanfaat,” kata Hamas yang duduk di samping Sohibul Iman.
Penulis buku Ketika Mas Gagah Pergi, Helvy Tiana Rosa juga menyambut baik kehadiran Presiden PKS.
“Kalau negeri ini ingin berubah, sepatutnya mendukung film perubahan, “ucap Helvy yang juga produser film KMGP itu.
Sohibul Iman menambahkan bahwa dengan kebenaran yang kita yakini, bersamaan dengan itu harus menghargai perbedaan pandangan orang lain.
“Kebenaran itu bisa untuk didialogkan. Mudah-mudahan kita menjadi bagian karya yang profetik. Mari kita bidani film yang bermutu” pungkasnya.
Keterangan Foto: Presiden PKS M Sohibul Iman bersama pemeran Gagah dalam Film KMGP, Hamas Syahid Izzuddin (tengah) dan crew Film KMGP usai nonton bareng Film KMGP di Planet Hollywood, Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2016)

Hangatnya Buka Puasa Kader PKS Pelalawan

Written By PKS PELALAWAN on Selasa, 19 Januari 2016 | Selasa, Januari 19, 2016


PKS Pelalawan | Kita disunnahkan berpuasa dalam sebulan minimal tiga kali. Dan yang lebih utama adalah melakukan puasa pada ayyamul bidh, yaitu pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah (Qomariyah). Puasa tersebut disebut ayyamul bidh (hari putih) karena pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan sinar rembulannya yang putih.

Dalam rangka mempererat ukhuwah diantara kader, DPD PKS Pelalawan tiap bulannya mengadakan Buka Puasa Bersama setiap hari yaumul bidh. Kegiatan ifthor kader ini berlangsung di Markaz Dakwah PKS Pelalawan lantai 2.

Momentum ini sangat dimanfaatkan oleh kader-kader PKS Pelalawan untuk membangun kebersamaan dengan kader lainnya.

Antusiasme kader baik ikhwan maupun akhwat bahkan termasuk para jundi-jundiyah calon kader PKS dari anak-anak keluarga kader turut meramaikan suasana buka puasa bersama.

Sore itu, agenda acara mendengarkan dan menyimak taujih dari Ketua Bidang Kaderisasi PKS Pelalawan Ust Diky M Syahroni.

Tibalah acara yang dinanti-nantikan: Saat Adzan Maghrib tanda waktu berbuka. Dengan sigap para akhwat menghidangkan takjilnya

Alhamdulillah, acara ifthor jama'i kader PKS Pelalawan ini diadakan tiap bulan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua, wabil khusus kepada yang memberikan hidangan ta’jilnya semoga Allah SWT melipatgandakan amal sholihnya, diberkahi keluarganya, dimudahkan segala urusannya, diluaskan rezekinya. Amin Yaa Mujibas Sailin. [fath/humas]
 
Support : Fathur Abu Amira | Hp 082381220265 | Email : media.pelalawan@gmail.com |
Copyright © 2013. PKS PELALAWAN - All Rights Reserved